Kemenag-DPR Sepakati Tambahan Anggaran Haji Rp 360,5 M

Tambahan kuota 10 ribu jamaah haji berimplikasi terhadap penambahan biaya indirect cost BPIH, APBN, jumlah kloter, petugas kloter, pengadaan akomodasi di Tanah Suci, penambahan fasilitas, serta pelayanan lainnya.

Kemenag-DPR Sepakati Tambahan Anggaran Haji Rp 360,5 M
zulkarnain/hidayatullah.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada acara penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/03/2018).

Terkait

Hidayatullah.com– Pemerintah melalui Kementerian Agama RI dan Komisi VIII  DPR RI menyepakati tambahan anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M sebesar Rp 360,5 miliar.

Tambahan anggaran ini terdiri dari tambahan indirect cost BPIH sebesar Rp 353,7 miliar dan tambahan anggaran APBN sebesar Rp 6,8 miliar.

Menurut Menag Lukman Hakim Saifuddin, penambahan anggaran dibutuhkan seiring adanya tambahan kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 10 ribu yang diberikan Kerajaan Arab Saudi.

Baca: Implikasi RI Dapat Kuota 10 Ribu Jamaah Haji Baru

“Tambahan anggaran tersebut merupakan implikasi dari hasil pertemuan antara Presiden RI dengan Raja Kerajaan Arab Saudi pada tanggal 14 April 2019, di mana Indonesia mendapat tambahan kuota untuk jamaah haji reguler pada tahun 1440H/2019M sebanyak 10.000 jamaah,” ujarnya saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI tentang Usulan Tambahan Anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M di Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Rapat dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher. Hadir, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah M. Nizar, serta sejumlah pejabat eselon II Kementerian Agama.

Menag menjelaskan, tambahan kuota tersebut berimplikasi terhadap penambahan biaya indirect cost BPIH, APBN, jumlah kloter, petugas kloter, pengadaan akomodasi di Tanah Suci, penambahan fasilitas, serta pelayanan lainnya.

Baca: Menag Syukuri Kebijakan Saudi Memudahkan Jamaah Haji

Menag merinci, usulan Tambahan Anggaran Indirect Cost BPIH Tahun 1440 H/2019M sebesar Rp 353,7 miliar digunakan untuk Pelayanan Jamaah Haji dan Operasional Haji, baik di Arab Saudi dan di Dalam Negeri.

“Untuk pelayanan haji di Arab Saudi sebesar Rp 334,18 miliar dan pelayanan jamaah di dalam negeri sebesar Rp 17,7 miliar. Operasional Haji di Arab Saudi sebesar Rp 35,8 juta, operasional haji di dalam negeri sebesar Rp 798,1 juta, serta saveguarding Rp 987,5 juta,” jelas Menag lansir Kemenag.

Menag mengatakan, penambahan kuota haji juga berimplikasi dengan kebutuhan petugas. Tambahan petugas tersebut membutuhkan tambahan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp 6,8 miliar.

Ia menambahkan, kebijakan untuk pengisian kuota tambahan 10.000 pada prinsipnya berdasarkan urutan nomor porsi pada masing-masing provinsi.

“Namun demikian kami juga mengusulkan untuk memprioritaskan jamaah lanjut usia (lansia) serta pendampingnya,” tambah Menag.

Baca: Menteri: Implikasi Kuota Haji Baru Tak Sederhana, Kemenag Akan All Out

Skema pengisian kuota tambahan 10.000 jamaah haji Indonesia tahun 1440H/2019M, lanjut Menag, yaitu: jamaah haji daftar tunggu berikutnya sebanyak 5.000 jamaah (50 %) yang akan didistribusikan ke seluruh provinsi secara proporsional.

“Jamaah haji lansia sebanyak 2.500 jamaah (25 %), ditentukan yang paling tua usianya, serta pendamping jamaah haji lansia sebanyak 2.500 jamaah (25 %),” lanjut Menag.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !