Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Haji & Umrah

Antrean Jamaah Haji Indonesia > 2,5 Juta Orang, Mayoritas Lulusan SD

ismail untuk hidayatullah.com
Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah di Makkah, Arab Saudi, Selasa (05/09/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Antrean jamaah haji Indonesia lebih dari dua setengah juta orang.  Mayoritas pendaftar adalah lulusan sekolah dasar (SD).

Mengutip data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (siskohat) Kementerian Agama, mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, jumlah pendaftar haji tamatan SD menempati urutan pertama dengan jumlah 941.183 orang.

“Jumlah itu melampaui tamatan SMA 721.685 orang; lulusan strata 1 (S1) sebanyak 641.614 orang;  dan lulusan SMP sebanyak 351.969 orang,” terang Abdul Djamil saat memberi motivasi peserta pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede,  Jakarta, Senin dilansir Kemenag, Selasa (29/05/2018).

Demografi pendidikan tersebut kemudian menyebabkan pelayanan dan pembinaan haji menjadi tantangan tersendiri.

“Realitas ini perlu disadari oleh pembimbing jamaah saat manasik, bahwa ada yang tidak tamat SD dan ada pula yang doktor sehingga penyampaian materi harus disesuaikan dengan kondisi jamaah,” katanya.

Selain pendidikan,  keragaman jamaah Indonesia juga tampak pada pengalaman bepergian. “Jangankan ke Mekkah, bahkan yang belum pernah ke Jakarta pun banyak,” ujarnya.

Menurut Djamil,  kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan heterogenitas calon jamaah haji tertinggi di dunia. Fakta ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas haji dalam mewujudkan calon jamaah haji (calhaj) yang mandiri.

Abdul Jamil mengajak petugas haji untuk sabar dan pengertian saat melayani jamaah haji di Tanah Suci. Petugas harus mampu memberikan pengertian soal praktik ibadah haji dengan sederhana.

“Proses perjalanan haji perlu dijelaskan dengan sederhana sehingga mereka yang telah memiliki pengetahuan haji tinggi bisa mengerti, bahwa ada juga orang yang tidak tahu sama sekali yang perlu dilatih,” ujarnya menambahkan.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Waria Ngaku Tobat Naik Haji, Tetap Gunakan KTP Laki-Laki

Waria Ngaku Tobat Naik Haji, Tetap Gunakan KTP Laki-Laki

Menag: Pemerintah Tidak Ambil Alih Penyelenggaraan Umrah

Menag: Pemerintah Tidak Ambil Alih Penyelenggaraan Umrah

Kemenag: Dana Jamaah Haji Tidak Dipakai Tangani Covid-19

Kemenag: Dana Jamaah Haji Tidak Dipakai Tangani Covid-19

Umrah arab Saudi

Urus Paspor Umrah dan Haji Khusus Harus Ada Rekomendasi Kankemenag

Mengejar Cita-Cita Berhaji dengan 2 Ekor Sapi

Mengejar Cita-Cita Berhaji dengan 2 Ekor Sapi

Baca Juga

Berita Lainnya