Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Haji & Umrah

Perkuat Pengawasan Penyelenggara Umrah, Kemenag Buat SIPATUH

skr/hidayatullah.com
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta Pusat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kementerian Agama tengah berbenah untuk memperketat pengawasan pelayanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel kepada jamaah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya sedang menyusun sistem informasi dan regulasi.

“Kita hampir menyelesaikan sistem aplikasi berbasis elektronik yang bernama SIPATUH, Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus,” terang Menag usai upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (03/01/2018) lansir Kemenag.

Melalui sistem online ini, kata Menag, pihaknya akan memonitor proses layanan PPIU, sejak dari pemberangkatan, layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi yang diberikan, sampai jamaah umrah kembali ke Tanah Air.

“Semuanya nanti akan termonitor, setiap biro travel memberangkatkan berapa jamaah? Kembalinya juga harus sama. Pelayananan di sana di hotel apa? Maskapai penerbangannya apa?” ujar Menag.

“Semuanya itu kita satukan manajemennya dalam satu sistem berbasis aplikasi elektronik, SIPATUH,” sambungnya.

Selain mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, Menag berharapan keberadaan SIPATUH sekaligus bisa menjadi alat monitor dan kontrol bagi pemerintah dan masyarakat.

Publik nantinya bisa ikut mengakses sehingga bisa ikut mengetahui kalau ada biro travel yang menelantarkan calon jamaah umrah atau tidak menepati janjinya.

Terkait regulasi, Menag mengaku sedang menyiapkan aturan tentang penetapan biaya atau harga referensi dan batas minimal layanan biro travel. Harga referensi itu nantinya menjadi acuan bagi PPIU dalam menetapkan biaya perjalanannya masing-masing.

“Kita tidak ingin antar biro travel berlomba semurah mungkin, padahal tidak realistis sehingga yang menjadi korban adalah jamaah,” tegas Menag.

“Kita ingin semua mengacu pada harga referensi dan itu kita buat pada batas pelayanan minimal yang harus diberikan biro travel,” tandasnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Makkah Pakai Teknologi Jerman untuk Penyembelihan Qurban

Makkah Pakai Teknologi Jerman untuk Penyembelihan Qurban

Umrah arab Saudi

Tidak untuk Jamaah Umrah, Aturan Deposit Rp 25 Juta Saat Bikin Paspor

Masjidil Haram Sempat Diguyur Hujan

Masjidil Haram Sempat Diguyur Hujan

Antrean Jamaah Haji Indonesia > 2,5 Juta Orang, Mayoritas Lulusan SD

Antrean Jamaah Haji Indonesia > 2,5 Juta Orang, Mayoritas Lulusan SD

Badan Bertato, Mantan Preman ini Naik Haji

Badan Bertato, Mantan Preman ini Naik Haji

Baca Juga

Berita Lainnya