Jum'at, 5 Maret 2021 / 21 Rajab 1442 H

Info Haji & Umrah

Perkuat Pengawasan Penyelenggara Umrah, Kemenag Buat SIPATUH

skr/hidayatullah.com
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI di Jakarta Pusat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kementerian Agama tengah berbenah untuk memperketat pengawasan pelayanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel kepada jamaah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya sedang menyusun sistem informasi dan regulasi.

“Kita hampir menyelesaikan sistem aplikasi berbasis elektronik yang bernama SIPATUH, Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus,” terang Menag usai upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (03/01/2018) lansir Kemenag.

Melalui sistem online ini, kata Menag, pihaknya akan memonitor proses layanan PPIU, sejak dari pemberangkatan, layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi yang diberikan, sampai jamaah umrah kembali ke Tanah Air.

“Semuanya nanti akan termonitor, setiap biro travel memberangkatkan berapa jamaah? Kembalinya juga harus sama. Pelayananan di sana di hotel apa? Maskapai penerbangannya apa?” ujar Menag.

“Semuanya itu kita satukan manajemennya dalam satu sistem berbasis aplikasi elektronik, SIPATUH,” sambungnya.

Selain mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, Menag berharapan keberadaan SIPATUH sekaligus bisa menjadi alat monitor dan kontrol bagi pemerintah dan masyarakat.

Publik nantinya bisa ikut mengakses sehingga bisa ikut mengetahui kalau ada biro travel yang menelantarkan calon jamaah umrah atau tidak menepati janjinya.

Terkait regulasi, Menag mengaku sedang menyiapkan aturan tentang penetapan biaya atau harga referensi dan batas minimal layanan biro travel. Harga referensi itu nantinya menjadi acuan bagi PPIU dalam menetapkan biaya perjalanannya masing-masing.

“Kita tidak ingin antar biro travel berlomba semurah mungkin, padahal tidak realistis sehingga yang menjadi korban adalah jamaah,” tegas Menag.

“Kita ingin semua mengacu pada harga referensi dan itu kita buat pada batas pelayanan minimal yang harus diberikan biro travel,” tandasnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

23 Jamaah Haji Indonesia Terluka, 2 Meninggal Akibat Musibah Crane Jatuh di Masjidil Haram

23 Jamaah Haji Indonesia Terluka, 2 Meninggal Akibat Musibah Crane Jatuh di Masjidil Haram

Ini Cara Mencegah Kena MERS-CoV Saat Berhaji

Ini Cara Mencegah Kena MERS-CoV Saat Berhaji

Mina Sambut Tarwiyah Jamaah Haji Hari Ini

Mina Sambut Tarwiyah Jamaah Haji Hari Ini

Antisipasi Tersasar, Jamaah Lansia Akan Diberi Gelang Pendeteksi

Antisipasi Tersasar, Jamaah Lansia Akan Diberi Gelang Pendeteksi

Malaysia Puji Indonesia dalam Penyelenggaraan Haji

Malaysia Puji Indonesia dalam Penyelenggaraan Haji

Baca Juga

Berita Lainnya