Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Info Haji & Umrah

Kemenag Minta Masyarakat Tak Tergiur Tawaran Haji Non-Kuota

ismail untuk hidayatullah.com
Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah di Makkah, Arab Saudi, Selasa (05/09/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali, mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran berangkat haji melalui jalur non-kuota atau furoda.

Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1439H/2018M belum dimulai. Namun viral di media sosial, selebaran, bahkan reklame tentang tawaran dari travel terkait keberangkatan haji melalui jalur non-kuota.

Tawaran itu menjanjikan “daftar sekarang berangkat tahun ini”. Untuk meyakinkan masyarakat, tawaran itu mencantumkan lambang asosiasi dan Kemenag.

“Masyarakat agar tidak tergiur, meski banyak iming-iming yang dijanjikan. Itu berpotensi adanya penipuan,” terang Nizar Ali usai melantik pejabat Eselon III dan IV Ditjen PHU di Jakarta, Jumat (17/11/2017) lansir Kemenag.

Menurut Nizar, Kemenag tidak tahu menahu dengan adanya jamaah haji yang disebut dengan furoda itu. Kemenag hanya mengurus dan bertanggung jawab kepada jamaah haji reguler dan khusus yang resmi menggunakan kuota nasional.

“Di luar itu, terhadap porsi jamaah haji non-kuota yang diperjualbelikan, Kemenag sama sekali melarangnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sesditjen PHU yang juga Plt Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis menegaskan, tidak ada kepastian berangkat bagi jamaah yang mendaftar melalui jalur non-kuota. Untuk itu, jamaah agar waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang diberikan.

“Sebaiknya, jamaah mendaftar melalui jalur resmi, apakah melalui jalur reguler atau jalur haji khusus,” tuturnya.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad menilai, ada kekeliruan dalam penyampaian program haji furoda.

Baluki meminta kepada seluruh jajaran anggota Himpuh, baik penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun umrah (PPIU) untuk tidak pelanggaran atas aturan yang sudah digariskan Kemenag.

“(Patuhi aturan Kemenag) sehingga tidak lagi terjadi adanya iklan-iklan penawaran yang dikategorikan pelanggaran,” tandasnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Politikus PDIP Minta Dana Jamaah Haji Dioptimalisasikan

Politikus PDIP Minta Dana Jamaah Haji Dioptimalisasikan

Madinah cetak 30 juta al-Quran per Tahun

Madinah cetak 30 juta al-Quran per Tahun

Menag: Kebijakan Arab Saudi Juga Demi Kelangsungan Ibadah Haji

Menag: Kebijakan Arab Saudi Juga Demi Kelangsungan Ibadah Haji

Komisi VIII: Banyak Alternatif Bantu Umrahkan Korban Penipuan Travel

Komisi VIII: Banyak Alternatif Bantu Umrahkan Korban Penipuan Travel

Jama’ah Haji 2020 dengan Aman Mengakhiri Perjalanan Haji

Jama’ah Haji 2020 dengan Aman Mengakhiri Perjalanan Haji

Baca Juga

Berita Lainnya