Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Haji & Umrah

Soal Penggunaan Dana Umat, Dahnil: Sebaiknya Pemerintah Fokus Perbaikan Pelayanan Haji

Yahya G Nasrullah/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut menyoroti wacana penggunaan dana calon jamaah haji oleh pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur.

Daripada mewacanakan itu, Dahnil menyarankan pemerintah agar fokus melakukan perbaikan dalam pelayanan haji dan pengelolaan dana calon jamaah haji.

Baca: MUI: Dana Haji Tak Boleh Digunakan untuk Kepentingan Lain Tanpa Izin Pemiliknya

Ia menjelaskan, pada dasarnya dana haji sifatnya restricted fund, yakni dana yang dibatasi penggunaannya, khusus untuk kepentingan jamaah haji.

“Jadi, tidak bisa sembarangan digunakan untuk kepentingan lain,” ujar Dahnil kepada hidayatullah.com Jakarta, saat dimintai pendapatnya, Ahad (30/07/2017) melalui sambungan pesan pribadi.

Ditambah lagi, imbuhnya, harus ada akad sejak awal terkait rencana penggunaan dana tersebut, yang mengisyaratkan bahwa jamaah haji ridha dana mereka selama proses tunggu digunakan untuk investasi.

Baca: Nilai Kepercayaan Masyarakat Kurang, Prof Didin: Pemerintah Jangan Pakai Dana Haji

Di sisi lain, lanjutnya, bila merujuk pengelolaan dana haji yang digunakan untuk investasi seperti Malaysia, agaknya berbeda.

“Mereka sudah memenuhi syarat-syarat di atas yang saya sebutkan, termasuk akad, yang paling penting adalah transparansi dan akuntabel,” jelasnya.

Fakta bahwa pengelolaan dana haji di Indonesia masih bermasalah karena tidak transparan dan tidak akuntabel, kata dia, adalah faktor lain.

“Sehingga usulan presiden tersebut (menggunakan dana haji untuk proyek pemerintah. Red) perlu ditolak,” ujarnya.

Baca: Dana Haji untuk Infrastruktur, Menag: Harus Sesuai Syariah dan Undang-undang, serta Berhati-hati

Belum lagi, tambah Dahnil, masalah pelayanan haji yang relatif masih perlu diperbaiki.

“Jadi, ada baiknya, pemerintah fokus pada perbaikan pelayanan haji dan menumbuhkan kepercayaan publik terkait dengan pengelolaan dana haji, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” usulnya.

Bila kepercayaan publik itu didapat, menurutnya, agaknya langkah-langkah penggunaan yang lebih progresif terkait dengan dana haji menjadi tidak ada masalah.

“Toh, selama ini uang dana haji di bank, tentu juga digunakan pihak bank untuk kegiatan investasi dalam bentuk lainnya bukan hanya infrastruktur,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kebakaran Hotel di Makkah Keteledoran Jamaah Indonesia Bawa Rice Cooker

Kebakaran Hotel di Makkah Keteledoran Jamaah Indonesia Bawa Rice Cooker

Komisi VIII: 5 Komponen Pelayanan Haji Semakin Ditingkatkan

Komisi VIII: 5 Komponen Pelayanan Haji Semakin Ditingkatkan

Diduga Haji Ilegal, 116 WNI Digerebek Keamanan Saudi di Sebuah Penampungan di Makkah

Diduga Haji Ilegal, 116 WNI Digerebek Keamanan Saudi di Sebuah Penampungan di Makkah

Pria Bosnia ke Makkah dengan Berjalan Kaki

Pria Bosnia ke Makkah dengan Berjalan Kaki

Jamaah Haji Mulai Berdatangan, Kloter Pertama Indonesia Tiba di Madinah

Jamaah Haji Mulai Berdatangan, Kloter Pertama Indonesia Tiba di Madinah

Baca Juga

Berita Lainnya