Biro Haji-Umrah Dinilai Harus Utamakan Dakwah, bukan Bisnis

Beberapa hal penting dalam menjalankan usaha biro haji-umrah; tujuan awal, profesionalitas, gerakan dakwah-sosial, kepercayaan, dan pemasaran.

Biro Haji-Umrah Dinilai Harus Utamakan Dakwah, bukan Bisnis
rifa'i fadhly/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Jamaah calon umrah di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, sebelum terbang ke Tanah Suci di Arab Saudi.

Terkait

Hidayatullah.com– Menjalankan usaha biro perjalanan haji dan umrah sebaiknya betul-betul dilandasi niat karena Allah. Yaitu untuk menjalankan perintah dakwah, mengajak umat ke Baitullah.

Sebaliknya, usaha tersebut bukan atas dasar kepentingan bisnis dan keuntungan materi duniawi semata.

Pesan-pesan tersebut terungkap dalam sebuah acara silaturahim dan diskusi seputar usaha biro haji dan umrah di Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.

Di samping itu, usaha biro haji-umrah tak bisa dilepaskan dari sisi bisnis. Maka pengelolaan yang profesional menjadi suatu kemutlakan.

Konsultan bisnis dan manajemen, Dr Abdul Mannan, SE, MM, mengatakan, biro haji-umrah mesti berhati-hati dan cermat dalam berbisnis melalui jalur ini. Sebab, unsur-unsur godaan duniawi sangat kuat.

“Artinya, bisnis ini bisikan manis,” ujar pria yang berpengalaman menggerakkan usaha biro haji-umrahnya selama 12 tahun ini mewanti-wanti.

Ia pun mengingatkan agar para pelaku usaha ini berbisnis dengan hati nurani dan akal sehat. Mereka diimbau untuk menghindari praktik-praktik usaha yang menghilangkan keberkahan, seperti melakukan kecurangan.

Pesannya, dalam melakukan berbagai perhitungan dan perencanaan usaha, segala resiko dan konsekuensi sudah harus siap ditanggung. [Baca juga: Wagub Kaltim: Travel Umrah Murah Harus Tetap Profesional]

Membantu Muslim Beribadah

Dalam diskusi itu juga terungkap, faktor niat awal menentukan perjalanan dan perkembangan usaha biro haji-umrah. Banyaknya biro yang bertumbangan saat ini, dinilai karena faktor tujuan awal dibangun untuk bisnis semata.

Diketahui, di Indonesia, banyak terjadi jatuhnya usaha berbagai biro haji-umrah antara lain akibat kasus penipuan dan penelantaran jamaah.

Peserta diskusi lain, Hamzah Husain, mengatakan, usaha biro haji-umrah, selain dikelola profesional, juga harus diawali niat karena panggilan agama. Yaitu dalam rangka dakwah dan sosial.

“Berawal dari niat ingin membantu orang ibadah kepada Allah (dengan berhaji-umrah),” ungkapnya.

Ia mengatakan, agar biro haji-umrah dipercaya oleh umat, kiat pertama, ketergantungan kepada Allah dalam pengelolaannya jangan sampai lepas.

“Yang menggerakkan hati orang itu untuk daftar umrah atau haji bukan kehebatan orang travel atau karena travel itu bagus. Tapi yang menggerakkan orang-orang itu percaya dan mau daftar di travel karena Allah yang menggerakkan,” ungkapnya.

Kedua, berniat untuk membantu orang dalam beribadah ke Baitullah. Harus dengan niat tulus dari lubuk hati terdalam.

“Semata-mata mengharap keridhaan Allah, maka Insya Allah semua Allah yang gerakkan hati-hati hamba-Nya,” jelasnya.

Kiat lainnya adalah memperbanyak silaturahim ke berbagai tokoh dan lembaga Islam, di antaranya guna memperluas jaringan.

Kepercayaan dan Pemasaran

Miftahus Salam, peserta diskusi lainnya, mengatakan, faktor penting lain dalam usaha tersebut adalah kepercayaan dan jaringan pemasaran.

“Bicara travel (haji-umrah) bicara kepercayaan dan marketing,” ujarnya. Kedua hal itu pun harus dikelola dengan manajemen yang baik dan handal.

Tentu, tak kalah penting adalah hitung-hitungan bisnis dan profesionalitasnya, harus dikalkulasi secara cermat dan tidak asal-asalan.

“Kita harus ada hitungan matematikanya,” ujar Hamzah, Direktur Utama PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) ini.

Sementara dari sisi dakwah dan sosial, kata dia, biro haji-umrah sepatutnya rutin menyisihkan keuntungannya untuk kegiatan agama dan kemasyarakatan. Misalnya dengan menyumbang dana bagi pesantren tahfizh al-Qur’an.

Ia mengaku, ATM, yang izin usahanya terbit sebentar lagi dari Kementerian Agama itu, sudah beberapa kali memberangkatkan umrah gratis jamaah kalangan menengah ke bawah.

“Keinginan saya tahun depan bisa memberangkatkan 450 orang ke Tanah Suci dengan gratis,” ungkap pria 28 tahun ini, seraya memohon doa dari belasan pegiat dakwah, sosial, dan ekonomi peserta diskusi terbatas itu. [Baca juga: Marak Jamaah Gagal ke Tanah Suci, ATM Canangkan Umrah Gratis]*

Rep: SKR

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !