Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Info Haji & Umrah

Asosiasi Travel Umrah Bentuk Forum Atasi Biro Bodong

Jamaah umrah terlantar/ilustrasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Empat asosiasi travel umrah dan haji khusus membentuk forum Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji Khusus (Patuh) guna mengatasi penipuan biro perjalanan ibadah bodong yang kerap mengorbankan calon jamaah yang hendak ke Tanah Suci.

“Kami berembug dan sepakat membentuk Patuh yang nantinya juga akan berupaya memperbaiki citra travel umrah-haji khusus resmi yang tercoreng oleh biro palsu,” kata Sekretaris Jenderal Patuh, Muharom Ahmad, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Muharom mengatakan Patuh dideklarasikan pada Senin (21/12) oleh empat asosiasi biro perjalanan ibadah yang diakui Kementerian Agama. Asosiasi itu adalah Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan Inbond Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Travel Haji Umrah Indonesia (Kesthuri).

“Belakangan semakin banyak korban dari masyarakat yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Ada juga yang berangkat tapi terlantar, dan ada juga yang menjadi korban modus investasi haji khusus dan umrah,” kata dia, seperti diberitakan Antara.

Dengan kata lain, lanjut dia, biro bodong ini mencederai penyelenggara resmi yang mendapat izin dan pembinaan langsung dari Kemenag.

Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad, mengatakan forum antar-asosiasi itu dibentuk atas kesamaan kebutuhan untuk citra penyelenggara umrah dan haji khusus yang lebih baik. Kendati demikian, tujuan dari forum bukanlah untuk pencitraan, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki pelayanan umrah dan haji khusus dengan bersinergi bersama pemerintah dan unsur-unsur terkait.

Selain itu, lanjut dia, Patuh akan melakukan komunikasi yang intensif dengan pemerintah dan unsur penyelenggara umrah dari pihak Arab Saudi (muassasah) soal pelayanan jamaah Indonesia. Dengan begitu, jamaah asal Indonesia di Saudi tidak akan terlantar.

“Ada kebutuhan juga karena kita menghadapi muassasah dan pihak-pihak terkait di luar Indonesia,” katanya.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenag Lakukan Cegah Dini Covid-19 Pada Seleksi Petugas Haji

Kemenag Lakukan Cegah Dini Covid-19 Pada Seleksi Petugas Haji

Tukang Pungut Sampah Naik Haji,  Tabung Uang dari 500 Rupiah Selama Delapan Tahun

Tukang Pungut Sampah Naik Haji, Tabung Uang dari 500 Rupiah Selama Delapan Tahun

Kemenag: Gelombang Pertama Jamaah Haji Indonesia Terbang 17 Juli

Kemenag: Gelombang Pertama Jamaah Haji Indonesia Terbang 17 Juli

Haji “Mushlih”

Haji “Mushlih”

Kemenag Siapkan Larangan Memasak di Pemondokan

Kemenag Siapkan Larangan Memasak di Pemondokan

Baca Juga

Berita Lainnya