Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Info Haji & Umrah

Kemenag Lakukan Qur’ah Pemondokan Jamaah Haji di Makkah

Kemenag
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memencet tombol untuk melakukan qur'ah pemondokan jamaah haji di Makkah.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama menyelenggarakan Qur’ah (pengundian) Pemondokan Calon Jamaah Haji Indonesia di Makkah. Qur’ah ini diselenggarakan di salah satu hotel di Ancol, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Qur’ah dilakukan dengan menekan tombol elektronik yang secara otomatis menentukan lokasi pemondokan jamaah. Tombol dihubungkan dengan layar lebar yang menunjukkan peta lokasi pemondokan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang pertama memencet tombol dan diikuti pejabat lain yang hadir, antara lain; Ketua Komisi VIII DPR RI Ny. Ida Fauziah, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, Sekjen Kemenag Nur Syam, dan Dirjen PHU Abdul Djamil.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, qur’ah ditetapkan sebagai mekanisme penempatan jamaah haji di Makkah untuk memberikan rasa keadilan kepada jamaah haji karena bervariasinya rumah jamaah yang tersedia, baik dari segi kualitas, wilayah, jarak, kapasitas, dan harga sewa.

“Qur’ah hanya dilakukan untuk penempatan jamaah di Makkah. Penempatan jamaah di Madinah dan di Hotel Transito Jeddah disesuaikan jadwal kedatangan tanpa melalui mekanisme qur’ah,” terang Djamil.

Qur’ah dilakukan untuk menempatkan kloter-kloter pada maktab, wilayah, sampai dengan nomor rumah. Dengan demikian jamaah akan memperoleh informasi lebih awal terkait dengan pemondokan yang akan ditempati selama tinggal di Kota Makkah.

“Informasi tentang hasil qur’ah ini segera akan kami sebarluaskan melalui situs Kemenag dan call center haji,” tutur Djamil.

Jumlah maktab yang dialokasikan untuk jamaah haji Indonesia reguler sebanyak 52 maktab, mulai nomor 1 sampai dengan 52.  Namun demikian, maktab nomor 51 dan 52 akan diisi oleh kloter gabungan dan kloter terakhir sehingga dalam qur’ah ini tidak akan muncul nomor maktab 51 dan 52.

“Kapasitas masing-masing maktab rata-rata sebanyak 3.000, yang terdiri dari 7 sampai dengan 8 kloter,” kata Djamil, seperti disiarkan laman Kemenag.

Penempatan jamaah dan petugas kloter di pemondokan Makkah dipisah antara laki-laki dan perempuan dengan memanfaatkan selisih distribusi kapasitas setiap kloter.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Enam Hotel Transito di Jeddah Sudah Siap

Enam Hotel Transito di Jeddah Sudah Siap

Pemberangkatan Jamaah Haji Hari Pertama Dinilai Lancar

Pemberangkatan Jamaah Haji Hari Pertama Dinilai Lancar

118 Ribu Jamaah Indonesia Sudah di Makkah

118 Ribu Jamaah Indonesia Sudah di Makkah

70 Kloter dengan 28 Ribu Lebih Jamaah Indonesia dari Sudah di Madinah

70 Kloter dengan 28 Ribu Lebih Jamaah Indonesia dari Sudah di Madinah

Jamaah Haji Ilegal Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun

Jamaah Haji Ilegal Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya