Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Ekonomi Syariah

Wapres: Indonesia Harus Miliki Bank Syariah Tingkat Global

Bagikan:

Hidayatullah.com— Indonesia perlu memiliki bank syariah bertaraf internasional yang tidak hanya melayani transaksi di tingkat nasional tetapi juga global. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki potensi keuangan syariah yang besar, pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

“Diharapkan bank syariah ini sebagai champion Bank Syariah Indonesia, jadi salah satu yang terbesar ya. Nanti model bisnisnya itu kita berharap bisa melayani bukan saja transaksi yang sifatnya nasional tapi juga global,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat melakukan wawancara secara virtual dengan portal berita online Katadata.co.id yang ditayangkan dalam rangkaian acara Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021, Rabu (24/03/2021).

Menurut Wapres, selama ini bank-bank syariah di Indonesia masih berskala kecil dan belum mampu melayani transaksi besar. Dalam wawancara yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Katadata.co.id Yura Syahrul tersebut, Wapres menjelaskan bahwa selama ini bank-bank syariah di tanah air baru bisa melayani transaksi tingkat retail belum korporasi besar, sehingga pangsa pasarnya pun kecil.

“Jadi, memang kalau di dunia banyak yang dilayani korporasi, seperti di Inggris. Nah kita itu banyak melayani retail, bank-bank syariah kita ini,” ungkapnya.

Wapres mengatakan, agar pangsa pasarnya besar, pemerintah berupaya mengembangkan bank syariah yang mampu melayani transaksi yang lebih besar seperti proyek infrastruktur bahkan transaksi di tingkat global. Salah satunya dengan melakukan penggabungan bank-bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Inisiatif untuk melakukan konsolidasi dari perbankan syariah di Himbara, menjadi sesuatu yang harus dilakukan, dan kita sudah berhasil. Kita pergerakan asetnya di atas Rp 200 triliun, kemudian juga dengan demikiran kita harapkan nantinya akan terus berkembang menjadi lebih dari Rp 300 triliun,” paparnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Wapres mengatakan, BSI diharapkan akan menjadi salah satu dari 10 bank besar syariah global bahkan menjadi yang terbesar di dunia.  “Dan bank ini juga akan membuka cabang perwakilan-perwakilannya di berbagai negara,” harapnya.

Selain itu, Wapres menambahkan, BSI dapat bersaing dengan bank-bank syariah dunia yang telah ada saat ini, seperti Islamic Bank of Britain di Inggris, Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab, dan Islamic Bank of Asia di Singapura. “Nah, kita ingin berlomba menjadi bank yang berskala seperti itu ke depannya, kalau kita ingin menjadi pusat keuangan syariah Islam dunia,” ucapnya optimis.

Namun, Wapres menegaskan bahwa setelah mampu bermain di tingkat global, bukan berarti BSI akan meninggalkan transaksi kecil di dalam negeri. Sebab, BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri sebelum merger berpengalaman melayani transaksi kecil di tingkat retail. Pembiayaan UMKM juga akan tetap menjadi fokus BSI, misalnya melalui pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.

“Jadi, dia yang besar dikerjakan, kemudian yang kecil dikerjakan, tetapi yang kecil ini juga kita lakukan dengan mengembangkan lembaga-lembaga keuangan mikro dan kecil, seperti bank wakaf syariah, kemudian juga koperasi-koperasi syariah, dan lembaga keuangan mikro syariah lainya,” terangnya.

Wapres menyimpulkan bahwa langkah ini merupakan upaya penguatan sistem keuangan syariah secara keseluruhan di Indonesia. “Kita harapkan dengan begitu, potensi pengembangan keuangan syariahnya akan besar. Sehingga baik kepentingan nasional maupun global akan terlayani dengan baik, dan memungkinkan kita bermain dan berpartisipasi di tingkat global juga,” pungkasnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Perlukah Berhutang untuk Menikah?

Perlukah Berhutang untuk Menikah?

Korupsi dari Kandungan Hingga ke Liang Lahat

Korupsi dari Kandungan Hingga ke Liang Lahat

Keuangan Syariah Indonesia Bisa Belajar dari Inggris

Keuangan Syariah Indonesia Bisa Belajar dari Inggris

Bekerja Bagian dari Keuangan Keluarga Syariah

Bekerja Bagian dari Keuangan Keluarga Syariah

Menyelamatkan dan Mengembangkan Bank Syariah

Menyelamatkan dan Mengembangkan Bank Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya