BWI: Wakaf Bisa Menjadi Jantung Ekonomi Indonesia

“Masyarakat harus sadar bahwa besarnya potensi wakaf tersebut bisa kita sinergikan untuk mengatasi masalah ekonomi di Indonesia."

BWI: Wakaf Bisa Menjadi Jantung Ekonomi Indonesia
adin/hidayatullah.com
Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Dr Hendri Tanjung di Islamabad, Pakistan.

Terkait

Hidayatullah.com– Indonesia mempunyai potensi wakaf yang sangat besar. Hal itu disampaikan oleh salah satu anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Dr Hendri Tanjung di sela-sela melakukan kunjungan ke Islamabad, Pakistan belum lama ini.

“Karena orang Indonesia orangnya jiwa memberi dan menolongnya kuat. Mereka ingin menolong orang lain itu cepet tersentuh,” katanya saat bertemu koresponden hidayatullah.com di Islamabad. Misalnya, saat penggalangan dana untuk Palestina, masyarakat Indonesia begitu ringan tangan memberikan bantuan.

Hendri juga mengatakan bahwa wakaf bisa menjadi jantung ekonomi di Indonesia. Bahwa wakaf bisa disinergikan dengan bagian-bagian lainnya.

“Wakaf (disinergikan) dengan haji misalnya. Itu kan orang-orang (daftar haji) yang artinya punya duit, kita minta aja setiap jamaah haji wakaf Rp 100.000 uang cash. Kita punya 210.000 jamaah haji per tahun, dikali Rp 100.000, itu udah Rp 21 miliar per tahun,” jelas peraih gelar Doktor Ekonomi dari International Islamic University of Islamabad (IIUI) ini.

Dengan dana wakaf yang terkumpul tersebut, jelasnya, bisa digunakan untuk membangun rumah sakit atau sesuatu lainnya yang dapat menguntungkan umat.

Selain itu, Wakil Direktur Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini menerangkan bahwa wakaf juga bisa disinergikan dengan asuransi, bank, atau dengan zakat.

“Dengan asuransi sekarang sudah ada, namanya polis wakaf wasiat asuransi. Misalnya kalau saya beli asuransi jiwa kan. Kalau saya kecelakaan, saya meninggal, kan saya dapat klaim, katakan dapat klaimnya Rp 500 juta. Nah itu saya bisa buat wasiat Rp 200 juta saya wakafkan untuk nazir si anu, untuk Rumah Sakit Islam Bogor, misalnya,” terangnya menggambarkan.

Artinya, lanjut Hendri, bahwa wakaf ini bisa menjadi sentral yang bisa disinergikan dengan aspek-aspek yang lainnya.

“Masyarakat harus sadar bahwa besarnya potensi wakaf tersebut bisa kita sinergikan untuk mengatasi masalah ekonomi di Indonesia. Jadi wakaf ini sebagai jantung, jantung ekonomi ini. Bisa ke bank, zakat, haji,” pungkas Hendri.* Adin

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !