Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Ekonomi Syariah

Putra-putri Papua Disiapkan Beasiswa untuk Belajar Ekonomi Syariah

ist.
Grand launching "Indonesia Berta’awun" pada Sabtu (02/06/2018) di Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Putra-putri Indonesia di kawasan Indonesia timur termasuk Papua diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa belajar tentang ekonomi syariah.

Demikian salah satu bentuk dari program Indonesia Berta’awun Hal itu yang di-grand launching pada Sabtu (02/06/2018) di Masjid Andalusia, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Ketua STEI Tazkia sekaligus Koordinator Indonesia Berta’awun-Tazkia Berta’awun, Murniati Mukhlisin, mengatakan, paling tidak ada 122 daerah yang masuk kategori 3T; Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, dan yang paling panjang daftarnya adalah Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur.

“Maka dari itu, kami berpikir sudah saatnya ada usaha massive secara nasional dengan asas gotong royong memberdayakan saudara-saudara kita di sana dengan pendekatan ekonomi syariah,” begitu disampaikan sebagaimana ia sampaikan kepada hidayatullah.com lewat rilisnya, Ahad (03/06/2018).

Turut hadir pada acara itu pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio, penceramah Yusuf Mansur, serta dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan, serta 2.500 undangan.

Menurut Murniati, Papua adalah daerah istimewa karena matahari menyinari Indonesia dimulai dari sana; adzan pertama kali dikumandangkan dan shalat mengawali hari-hari umat Islam dimulai di sana. Hingga saat ini daerahnya masih belum setara majunya dibandingkan dengan Indonesia bagian tengah dan barat.

“Berbagai upaya sudah banyak dilakukan untuk Papua misalnya perbaikan pelayanan aparatur negara, fasilitas umum, beasiswa pendidikan, dan bantuan langsung tunai, termasuk juga program Sejuta Rumah Murah yang diluncurkan Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan, masyarakat 3T perlu diberdayakan, salah satunya melalui program kemandirian ekonomi untuk memastikan peningkatan taraf hidup yang sustainabel,” tegas Murniati.

Maka dari itu, lanjutnya, sudah saatnya gerakan ekonomi syariah digencarkan dengan prinsipnya yang penuh keadilan, kemitraan, dan tidak berorientasi kepada keuntungan semata.

Jelasnya, Indonesia Berta’awun berpijak dari seruan Allah Subhanahu Wata’ala dalam QS Al-Maidah (5):2 yang menyerukan umat Islam untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, tapi tidak untuk perbuatan dosa dan bermusuhan.

“Karena Islam adalah rahmat seluruh alam maka program Indonesia Berta’awun ini bermakna untuk semua saudara-saudara kita di daerah 3T walaupun bukan Muslim sekalipun,” ujar Murniati.

Tujuan program yang dimulai dari Indonesia timur ini meliputi program beasiswa putra-putri daerah Indonesia timur untuk belajar ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia timur berbasis syariah, beasiswa ekonomi syariah bagi difabel, proteksi takaful jiwa bagi dhuafa, dan pengadaan perpustakaan ekonomi syariah bagi dusun tertinggal.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Muamalat Raih Penghargaan ‘Best Islamic Bank 2016’ di Indonesia dari IFN

Muamalat Raih Penghargaan ‘Best Islamic Bank 2016’ di Indonesia dari IFN

Murniati: Dunia Menyambut Positif Keuangan Syariah

Murniati: Dunia Menyambut Positif Keuangan Syariah

Mukmin Kuat dari Andalusia, Spanyol

Mukmin Kuat dari Andalusia, Spanyol

KNKS: BMT Turut Dongkrak Keuangan Syariah Indonesia di Dunia

KNKS: BMT Turut Dongkrak Keuangan Syariah Indonesia di Dunia

PR Besar Umat Islam Genjot Pangsa Pasar Bank Syariah

PR Besar Umat Islam Genjot Pangsa Pasar Bank Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya