Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Ekonomi Syariah

Perbankan Syariah Prodi Paling Favorit Pilihan Calon Mahasiswa PTKIN

Perbankan syariah/ilustrasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah menjadi program studi paling banyak diminati calon mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mendaftar melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Tren pendaftar Prodi Perbankan Syariah bahkan terus naik dari tahun ke tahun.

“Program studi Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, dan Manajemen Keuangan Syariah menjadi prodi dengan jumlah peminat yang fantastis pada tahun ini. Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi PTKIN dengan jumlah peminat tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 11.326 pendaftar untuk memperebutkan 56 kuota,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat jumpa pers di Jakarta, Senin (30/04/2018) lansir Kementerian Agama.

Kamaruddin menambahkan, PTKIN dengan jumlah peminat tertinggi lainnya adalah Perbankan Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Turut mendapingi Dirjen Pendis, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim, Penanggung Jawab SPAN-UM PTKIN Tahun 2018 yang juga Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosada, dan Ketua Panitia SPAN-UM PTKIN Tahun 2018 Musafir Pababbari yang juga Rektor UIN Alauddin Makassar.

“Kita berharap ke depan UIN Jakarta dapat membuka lebih besar lagi khususnya untuk Prodi Perbankan Syariah. Apalagi prodi Perbankan Syarah saat ini lagi booming. Terkait kuota ini kita serahkan sepenuhnya kepada masing-masing PTKIN. Kita ingin lulusan prodi ini tidak hanya berkualitas melainkan juga dibarengi dengan jumlah mahasiswa yang signifikan dari PTKIN,” ujar Kamaruddin.

Sementara itu Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dede Rosada mengatakan jalur SPAN khusus untuk prodi Perbankan Syariah merupakan jalur yang paling excellent. “Terkait terbatasnya kuota yang tidak seimbang dengan jumlah peminat yang membludak sebenarnya disebabkan oleh keterbatasan SDM, termasuk sarana prasarana penunjang dari Prodi Perbankan Syariah,” tambah Dede.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendidikan Islam juga mengumumkan, sebanyak 88.783 siswa lulusan Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas dan sederajat dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Mereka bersaing ketat bersama 218.449 siswa lainnya.

“Sesuai kuota, total ada 88.783 calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus pada SPAN-PTKIN 2018. Mereka berasal dari 6.432 madrasah/sekolah,” terang Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menegaskan persaingan masuk PTKIN sangat ketat. Calon mahasiswa baru yang diterima satu banding tiga pendaftar. Kuota sebelumnya sebanyak 70.336, panitia menimbang menambah kuota menjadi 88.783 karena tingginya peminat.

“Kelulusan SPAN PTKIN ini secara resmi akan diumumkan pada 1 Mei 2018 pukul 07.00 WIB melalui website Panitia Pusat SPAN-PTKIN: www.span-ptkin.ac.id,” jelas Kamaruddin.

“Juga akan diumumkan di website PTKIN seluruh Indonesia,” sambungnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

OJK Ungkap Industri Keuangan Syariah Tumbuh Pesat

OJK Ungkap Industri Keuangan Syariah Tumbuh Pesat

HMF akan Dirikan Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro Syariah

HMF akan Dirikan Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro Syariah

Dewan Syariah Nasional Siapkan Fatwa Fintech Syariah

Dewan Syariah Nasional Siapkan Fatwa Fintech Syariah

Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang Dukung Percepatan Pembangunan Nasional

Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang Dukung Percepatan Pembangunan Nasional

Peluang Tinggi, Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Tahun 2020 Rp1,7 Triliun

Peluang Tinggi, Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Tahun 2020 Rp1,7 Triliun

Baca Juga

Berita Lainnya