Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ekonomi Syariah

Syafi’i Antonio: Asing-Aseng Menghambat Perkembangan Ekonomi Syariah

ali muhtadin/hidayatullah.com
Dr Muhammad Syafi’i Antonio (tengah) pada acara Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Pakistan, Jumat (02/03/2018).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pakar ekonomi syariah yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Dr Muhammad Syafi’i Antonio, menjelaskan, ada beberapa hal yang menghambat berkembangnya perekonomian syariah di Indonesia.

“Pertama, karena adanya dominasi asing dan aseng dalam berbagai sektor strategis, terutama sektor ekonomi,” ungkapnya pada acara Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Pakistan, Jumat (02/03/2018).

Baca: Kemandirian Ekonomi Umat dengan Masjid yang Berdaya

Umat Islam, sebutnya, sebagai populasi terbesar di Indonesia, tapi tidak sanggup menguasai aset negara. “Baik bank, industri, dan pasar. Maka kita ini kecil dan tidak memiliki peran,” tuturnya.

Faktor berikutnya, kata Antonio, aseng turut ikut campur dalam urusan politik nasional. “Bahkan mengontrol lobi politik dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki,” sebutnya.

Ia mengatakan, presiden, kepala daerah, dan anggota parlemen memang dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui proses demokrasi.

“Tapi kampanye yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka yang menjadi pertanyaan, siapa yang mampu menanggung biaya tersebut jika bukan para pengusaha-pengusaha aseng dengan kekuatan modal yang begitu besar?” sambungnya.

Baca: Simposium PPI, Ekonom Islam: Potensi Keuangan Syariah Indonesia Bagus

Faktor terakhir, terang Antonio, kurangnya umat Islam dalam mengusai media.

“Siapa yang mengontrol pasar, dia akan mengontrol media. Siapa yang mengontrol media, dia akan mampu menggiring opini publik.

Siapa yang bisa menggiring opini publik, dia akan mengontrol politik dan proses demokrasi. Artinya, siapa yang ingin memenangi perpolitikan, maka dia harus menguasai pasar dan media,” tukasnya.* Ali Muhtadin, wartawan hidayatullah.com di Pakistan

Baca: PPI Dunia Gelar Simposium Kawasan Timur Tengah-Afrika di Pakistan

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ma’ruf Amin: Perlu Upaya Sistematis

Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ma’ruf Amin: Perlu Upaya Sistematis

Dilema Koin Virtual

Dilema Koin Virtual

Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah, OJK Optimistis, MUI Konsisten Mendukung

Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah, OJK Optimistis, MUI Konsisten Mendukung

Dosen Kuwait University: Waspada Riba Masa Kini

Dosen Kuwait University: Waspada Riba Masa Kini

Wapres: Pemerintah Serius Dorong Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Serius Dorong Ekonomi Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya