Kamis, 4 Maret 2021 / 20 Rajab 1442 H

Ekonomi Syariah

KH Ma’ruf Amin: Bank Muamalat Harus Kita Jaga

zainal/hidayatullah.com
Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin pada Pembukaan Rakornas Dakwah MUI 2017 di kompleks TMII, Jakarta, Senin (08/05/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat khususnya umat Islam diajak untuk turut menjaga keberlangsungan dan keberadaan bank syariah di negeri ini, khususnya terkait posisi Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang tengah dalam proses penambahan modal.

“Bank Muamalat sebagai bank pertama syariah, yang merupakan awal syariah, ini memang harus kita jaga,” ujar KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat, dalam rekaman keterangan resmi diterima hidayatullah.com Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menjaga Bank Muamalat, kata Kiai Ma’ruf, agar bank yang didirikan pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H ini tetap kokoh sebagai bank syariah.

“Supaya Muamalat itu tidak mengalami kegoncangan, dan karena itu kita selalu mengawal bank syariah, kami dari Majelis Ulama (MUI) mengawal bank syariah,” ujar Kiai Ma’ruf yang juga Rais ‘Aam PBNU.

Oleh karena itu, menurutnya, proses penambahan modal yang sekarang ditempuh Bank Muamalat itu sudah tepat. “Sudah benar,” imbuhnya.

Baca: BMI: Penambahan Modal Bank Muamalat untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik

 

Diketahui, penambahan modal Bank Muamalat guna mendorong kinerja serta mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan. Rencana ini sebagai salah satu hasil pada mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Rabu, 20 September 2017 lalu di Jakarta.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) memulai perjalanan bisnisnya sebagai bank syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H.

Pendirian BMI digagas oleh MUI, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), dan pengusaha Muslim yang kemudian mendapat dukungan dari pemerintah Republik Indonesia.

Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, BMI terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat), dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia.

Baca: Bela dan Beli Bank Muamalat Indonesia

Selain itu, produk bank yaitu Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia, serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management.

Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah, demikian profil resmi Muamalat.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dai Tak Sepantasnya Ikut Gembosi Lembaga Keuangan Syariah

Dai Tak Sepantasnya Ikut Gembosi Lembaga Keuangan Syariah

Presiden dan Wapres Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Presiden dan Wapres Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Perbankan Syariah Diminta Kembangkan Sistem yang Mampu Tingkatkan Daya Saing Antisipasi Perkembangan Fintech

Perbankan Syariah Diminta Kembangkan Sistem yang Mampu Tingkatkan Daya Saing Antisipasi Perkembangan Fintech

Sistem Online Trading Syariah Dinilai Solusi bagi Investor Muslim

Sistem Online Trading Syariah Dinilai Solusi bagi Investor Muslim

Indonesia Raih “Global Islamic Finance Report Award” 2019

Indonesia Raih “Global Islamic Finance Report Award” 2019

Baca Juga

Berita Lainnya