Industri Syariah Diharapkan Mampu Jawab Tantangan Ekonomi

Wimboh dari OJK menilai, produk keuangan syariah perlu memprioritaskan masyarakat bawah dan bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Terlebih karena jumlahnya yang banyak.

Industri Syariah Diharapkan Mampu Jawab Tantangan Ekonomi
Ilustrasi.

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan, tantangan perekonomian menunjukkan bahwa Indonesia dibanding negara tetangga semakin lama semakin jauh tertinggal.

Ia menilai, hal itu dirasakan berbagai pelaku usaha. Yang juga dimana pembangunan menjadi berat dan banyak buruh yang berhenti karena tempat bekerjanya tutup.

Walaupun, terang Wimboh, secara umum negara-negara di seluruh dunia juga mengalami kondisi penurunan ekonomi serupa.

Untuk itu, ia menyatakan, menjadi tantangan tersendiri sejauh mana industri syariah bisa menjawab tantangan ekonomi saat ini.

“Tantangan utamanya bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Masyarakat sejatinya haus akan produk-produk keuangan yang bisa membantu kebutuhan sehari-hari mereka,” ujarnya dalam diskusi bertema “Industri Syariah dan Pemerataan Ekonomi” di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (05/10/2017).

Karenanya, Wimboh menilai, produk keuangan syariah perlu memprioritaskan masyarakat bawah dan bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Terlebih karena jumlahnya yang banyak.

Menurutnya, segmen usaha kecil atau mikro juga justru tahan terhadap goncangan ekonomi.

“OJK akan bekerja sama dan membuka diri dengan masyarakat syariah untuk masuk ke masyarakat kecil,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjutnya, industri syariah harus mempunyai program yang terintegrasi dan sustain. Serta dengan memanfaatkan teknologi.

“Syariah juga harus bisa berkompetisi melalui itu,” tandasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !