Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ekonomi Syariah

Laman Ini Dinilai e-Commerce Berbasis Halal Pertama di Indonesia

ist.
(Dari kiri) Managing Director Agung Sr, Ketua IKADI Ahmad Satori Ismail, President Direktur PT Galaksi Dunia Halal Ndang Sutisna, saat meluncurkan duniahalal.com, di kawasan Kemang, Jaksel, Kamis (07/09/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dalam kurun waktu satu dasawarsa ini, Indonesia menjadi lahan subur bagi bisnis perdagangan elektronik atau biasa dikenal e-commerce.

Melansir data sensus ekonomi 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), industri e-commerce di Indonesia tumbuh sekitar 17 persen dengan total sekitar 26,2 juta usaha.

Dengan latar belakang ini, PT Galaksi Dunia Halal memberanikan diri untuk menghadirkan Duniahalal.com di tengah merebaknya e-commerce.

Presiden Direktur PT Galaksi Dunia Halal, Ndang Sutisna, mengatakan, dunia akan serba digital nantinya, termasuk aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Kami yakin bisnis e-commerce khususnya belanja online akan terus tumbuh,” katanya dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Jumat (08/09/2017).

Baca: Penting Menjaga Niat Dalam Bisnis Produk Halal

Selain itu, Ndang menjelaskan, e-commerce ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat khususnya Muslim. Transaksinya juga katanya bersih dari riba.

Platfrom ini tidak mengandung unsur riba. Contohnya kita tidak menggunakan sistem pembayaran kartu kredit. Pembayarannya juga menggunakan beberapa bank syariah,” kata Ndang.

Sekadar info, PT Galaksi Dunia Halal didirikan pada Januari 2017 oleh tim yang telah berpengalaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Website itu katanya merupakan e-commerce marketplace berbasis halal pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai produk halal.

Baca: Mulai 2019, Semua Produk Wajib Tersertifikasi Halal

Managing Director website itu, Agung Sr menambahkan, dengan pertimbangan matang, segmentasinya masuk ke pangsa pasar Muslim. Dia tahu, Indonesia, dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 261 juta jiwa dan mayoritas adalah pemeluk agama Islam.

“Dengan pemeluk agama Islam lebih dari 80 persen jumlah penduduk, Indonesia menjadi negara yang memiliki pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Keberadaan penganut agama Islam ini adalah sebuah potensi ekonomi yang sangat besar,” ungkapnya.*

Rep: Niesky Abdullah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres: Wakaf Uang Bukan untuk Pemerintah, tapi Dana Abadi Umat

Wapres: Wakaf Uang Bukan untuk Pemerintah, tapi Dana Abadi Umat

Dilema Koin Virtual

Dilema Koin Virtual

Riyanto Sofyan: Bisnis Syariah itu Tidak Pernah Rugi

Riyanto Sofyan: Bisnis Syariah itu Tidak Pernah Rugi

Kemenag: Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan untuk Produk Keuangan Syariah, Proyek Pemerintah Salah Satunya

Kemenag: Wakaf Uang Hanya Diinvestasikan untuk Produk Keuangan Syariah, Proyek Pemerintah Salah Satunya

Presiden dan Wapres Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Presiden dan Wapres Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Baca Juga

Berita Lainnya