Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Cover Story

Rindu Pendidikan Pesantren, Warga Subaim Rela Iuran

Bagikan:

KEGELISAHAN hati warga Muslim Subaim tak terelakan lagi. Kerinduan mereka agar bisa menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam yang telah lama terpendam akhirnya menjadi kenyataan.  Di atas tanah seluas  4 hektar milik pemerintah, resmi diwakafkan pembangunan pondok pesantren di bawah Yayasan Wasilul Arham’. Pesantren yang dikelola Hidayatullah ini, diharapkan bisa memberikan dahaga kebutuhan agama mereka yang berpuluh-puluh tahun telah ditunggu-tunggu.

Warga Muslim Subaim wajar merasa gembira. Warga semenjak lama berhasarat untuk menyekolahkan anaknya di sebuah lembaga pendidikan Islam. Namun, apa mau di kata, di daerahnya Subaim, Halmahera Timur, jarang sekali ada sekolah Islam –apalagi ponok pesantren– yang sesuai dengan keinginannya, bisa mengajarkan pendidikan Islam.  Boleh di kata, di daerah yang terletak di pedalaman Halmahera ini, sangat minim ditemukan sekolah Islam berbasis pesantren.

Jangankan mencari sekolah, lokasinya yang termasuk pedalaman membuat susah mendapatkan akses yang memadai. Untuk menuju ke kota kabupaten atau kota besar sekitarnya, warga harus rela menempuh jalan berjam-jam bahkan sampai seharian.

Jalanan yang bergelombang dan penuh bebatuan. Selain itu kondisinya berbukit dan curam. Warga harus mengeluarkan dana tidak sedikit jika ingin keluar kota.  Bayangkan, sekedar untuk menuju kota dari tempat tinggal mereka, masyarakat harus mengeluarkan uang minimal Rp 300 ribuan bahkan sampai jutaan.

Dengan kondisi geografis demikian, wajar kalau kemudian perkembangan pendidikannya sangat lambat. Meski demikian, warga Muslim daerah ini sangat mengutamakan pendidikkan agama bagi anak-anak mereka. Mereka sangat menginginkan buah hati mereka mampu mengenyam pendidikkan agama. Umumnya, mereka tidak tahu harus dititipkan kemana anak-anak mereka.

Hanya segelintir orang yang berkemampuan di antara mereka yang mampu menyekolahkan anak-anak mereka ke luar Pulau Jawa. Alasan mereka, tentu saja ketidak mampuan finansial. Maklum, penghasilan mereka hanya masih mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Karena itulah, ketika ada kabar pendirian Pondok Pesantren Hidayatullah di tempat itu, warga Muslimpun menyambutnya gembira, menginginkan agar lembaga ini sesuai harapan mereka.
Yang cukup menyentuh hati,  warga rela menyisihkan hartanya untuk pembangunan.

https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=7ef244bf86&view=att&th=13c603e44ff5495b&attid=0.2&disp=inline&realattid=f_hc8gp0kv1&safe=1&zw&saduie=AG9B_P-E1OndFfRI5bj88FXZmWzB&sadet=1360119608006&sads=TzeihdKmno-n06LU80d_Yq52io8

“Tidak itu saja, mereka juga menyisihkan setiap penghasilan mereka, demi suksesi pembangunan pesantren,” ujar Ustad Nur Chalis, pimpinan Pesantren Hidayatullah Halmahera Timur kepada hidayatullah.com.

Dari urunan warga itu kini telah berdiri bangunan asrama dan masjid sebagai pusat ibadah shalat umat Islam di sekitarnya.

“Alhamdulillah dari sumbangan tersebut telah dimulai pembangunan asrama dan masjid, sebagai tempat sentral pendidikkan para santri,” tambah pria kelahiran Jember Jawa Timur.
Nur Chalis sendiri tidak memukiri bahwa dana yang didapatkan masih jauh dari anggaran yang ada. Karenanya, mengharap masih ada uluran tangan dari kaum Muslimin di Indonesia untuk kelancaran pembangunan dakwah di Halmahera Timur.*/Nurhadi, Halmahera

Rubrik ini atas kerjasama dengan Persaudaraan Dai Nusantara (Pos Dai). Bantu dakwah mereka melalui Rekening Bank: Bank BSM: 733-30-3330-7 atau BNI 9254-5369-72 a/n Pos Dai. Program dakwah dapat di klik di www.posdai.com. atau Ustad Nur Chalis: 082131888681 dan 082330621107 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Di Kupang Mereka Berjuang

Di Kupang Mereka Berjuang

Cover Story 2

Cover Story 2

Pers Hanya Asal Memberitakan

Pers Hanya Asal Memberitakan

Senarai Skandal Rohaniwan Katolik

Senarai Skandal Rohaniwan Katolik

Geliat Aksi Para ‘Pemakan Bangkai’

Geliat Aksi Para ‘Pemakan Bangkai’

Baca Juga

Berita Lainnya