Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Cover Story

Kafilah Freedom Flotilla Dibajak di Tengah Jalan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kafilah Freedom Flotilla yang telah lama direncanakan untuk menyampaikan bantuan kepada rakyat Gaza, akhirnya betul-betul tidak sampai ke Gaza. Setelah sekian hari berlayar dari Pelabuhan Antalya, Turki, mendapat serangan dari pasukan komando barbar Zionis Israel di Lautan Internasional Mediterania pada subuh hari 31 Mei. Dalam serangan ini, 9 orang relawan kemanusiaan tewas dan puluhan luka-luka, termasuk dua relawan dari Indonesia.

Para relawan yang berjumlah 600 orang itu pun menjadi tawanan Zionis Israel di Pelabuhan Ashdod, sebelum akhirnya dideportasi ke luar. Dalam proses menjadi tawanan itu, banyak yang mengalami penyiksaan oleh aparat Israel. Bahkan ada yang mengalami penyiksaan lebih berat dibanding kondisi saat pasukan komando menyerbu Kapal Mavi Marmara.

Tindakan Zionis Israel ini tentu mendapat kecaman dunia. Tetapi alih-alih mendapat sanksi dari Dewan Keamanan PBB atau kecaman dari Amerika Serikat. Tindakan Israel melakukan pembantaian pada para aktivis justru direstui Amerika Serikat. Satu faktor tindakan Amerika Serikat tersebut disebabkan dorongan dari kelompok fundamentalis AS. Namun juga ada faktor ekonomi di balik itu. Baca selengkapnya pada tulisan berikut:

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

“Kekayaan” Uighur yang Luar Biasa

“Kekayaan” Uighur yang Luar Biasa

Balada Tiga Dai Muda di Pulau Kera (2)

Balada Tiga Dai Muda di Pulau Kera (2)

Kami Datang untuk Mengenalkan Kalimat “Lailaahaillallah”

Kami Datang untuk Mengenalkan Kalimat “Lailaahaillallah”

Berlomba-lomba ke Indonesia

Berlomba-lomba ke Indonesia

Vatikan Menangkis Badai Skandal

Vatikan Menangkis Badai Skandal

Baca Juga

Berita Lainnya