Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Berita dari Anda

Yayasan Roumah Wakaf Mengadakan Upgrading Amanah Nadhir

Yayasan Roumah Wakaf
Bagikan:

Hidayatullah.com–Upgrading merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di setiap instansi.  Upaya itulah yang dilakukan oleh Yayasan Roumah Wakaf pada hari Selasa, (9/11/2021) kepada puluhan peserta yang tergabung seluruh tim dari semua divisi.

Kegiatan itu menghadirkan Ketua Badan Wakaf Indonesia Jawa timur, Drs. KH Jeje Abdul Razaq, MA sebagai pemateri. Jeje menuturkan bahwa betapa berat menjadi seorang nadhir (pihak yang menerima harta benda wakaf), selain harus bertanggung jawab terhadap amanah umat juga harus memberikan laporan kepada wakif (pihak yang memberikan amanah berupa hartanya).

Ia juga menuturkan bahwa seorang nadhir wakaf harus mampu memperhitungkan produktivitas harta yang sudah diwakafkan. “Karena rumus wakaf tidak pernah mengenal kurang dan bagi, akan tetapi harus selalu tambah dan berkali-kali,” katanya dalam acara bertema Upgrading dan Motivasi: Peningkatan Nadhir yang Profesional dalam Rangka Memberi Layanan Sepenuh Hati.

Setelah hampir satu jam lebih, Kiai Jeje –sapaan akrabnya – memaparkan materinya, ia meminta waktu untuk berdiskusi kepada peserta yang hadir. Di sela – sela diskusi berlangsung, ada seorang peserta bertanya kepada tentang berapa toleransi prosentasi operasional dari harta yang di wakafkan.

“Untuk harta wakaf tidak ada prosentasi operasional, karena harta yang sudah diwakafkan, nilainya tidak boleh berkurang,” tegas Kiai Jeje.

Menurutnya, kalaupun ada biaya- biaya yang dikeluarkan karena faktor mengurus administrasi atau menjadikan harta itu menjadi harta wakaf, maka itu diambilkan dari program wakaf yang sudah menghasilkan,” imbuhnya.

Di akhir kegiatan ini,  Jeje menegaskan bahwa semua aktivitas wakaf sudah diatur oleh pemerintah dan tertuang dalam Undang-Undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf. Bahkan ketentuan pidana dan sanksi administratifpun juga tetuang  seperti dalam pasal 67 yang menyatakan bahwa “setiap orang yang dengan sengaja menghibahkan, menjaminkan, menjual, memgalihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya harta benda wakaf yang telah diwakafkan atau tanpa izin menukar harta benda wakaf akan di pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda sebanyak 500.000.00 (Lima Ratus Juta Rupiah).*

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Pluralisme Agama adalah Pemaksaan Terhadap Agama Itu Sendiri

Pluralisme Agama adalah Pemaksaan Terhadap Agama Itu Sendiri

Dialog Muhammadiyah Mesir : 411 Aksi Terpuji

Dialog Muhammadiyah Mesir : 411 Aksi Terpuji

MAN di Aceh Ajarkan Nilai Kejujuran Lewat Ujian Akhir Tahun

MAN di Aceh Ajarkan Nilai Kejujuran Lewat Ujian Akhir Tahun

Anggota DPRD Jabar Tolak RUU P-KS

Anggota DPRD Jabar Tolak RUU P-KS

Tiga Rahasia Pemuda Gaza yang Dikenal Tangguh

Tiga Rahasia Pemuda Gaza yang Dikenal Tangguh

Baca Juga

Berita Lainnya