Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Psikolog: Kenapa Anak Dikasih Gadget dari Kecil?

KeluargaHamil
Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman, M.Psi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Psikolog yang juga spesialis pengasuhan anak Elly Risman Musa menamsilkan adanya fenomena orang tua namun dalam karakter dan perlakuannya tak ubahnya seperti anak anak.

“Bukankah selama ini yang kawin adalah “anak kecil” dengan “anak kecil”. Dan anak kecil itu mengasuh anak kecil. Maka, anak kecil itu ditinggal oleh ayah ibunya. Diberi akses internet, rumah free WiFi, TV berlangganan. Handphone canggih di tangan, game tersedia. Akhirnya dia adiksi game,” ujarnya prihatin, pada acara Webinar Series 02 Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mengokohkan Jatidiri Keluarga Sebagai Basis Peradaban Islam” seperti dikutip dari siaran live streaming kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (19/09/2020).

Padahal, ungkap dia, pun marak adanya anak yang adiksi gadget pornografi. Sementara adiksi game itu adalah gangguang mental menurut WHO. Adiksi gadget pada anak usia 2-3 tahun bahkan menyebabkan masturbasi sendiri.

“Kenapa anak dikasih gadget dari kecil? Yang ngasih itu, orang tua ini atau anak kecil dalam dirinya yang nggak tahu meng-handle anak lalu mengasih anaknya gadget satu satu supaya dia bisa (misalnya) masak,” katanya.

Baca : Elly Risman: Orang Tua Perlu Menghindari 12 Gaya Populer Terhadap Anak ini

Di sisi lain, lanjut dia, pemenuhan keinginan terhadap gadget terjadi karena jiwa yang tidak tahan dengan anak tetangga sebelah yang punya gadget, akhirnnya dia kasih juga anaknya gadget.

“Itu orang dewasa kah, ayah bunda kah, atau anak kecil dalam dirinya yang memberi gadget ke tangan anaknya. Karena tidak tahu harus melakukan apa. Siapa itu? Nggak usah cari tahu negara ikut campur atau nggak, keluarga ikut campur gak,” imbuhnya.

Elly sebelumnya mengemukakan kaitan kekerasan kata (verbal) terhadap keberlangsungan pola penerapan kepengasuhan anak.

“Perlu sekali untuk menengok ke dalam diri jiwa kita masing masing. Pada usia berapakah kita mengalami apa yang saya sebutkan tadi sebagai kekerasan kata,” ujarnya.

Baca: BMOIWI: Negara, Masyarakat, dan Keluarga Wajib Menjaga Generasi dari Kerusakan Moral

Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati ini menerangkan, kekerasan kata menyebabkan kekerasan pada emosi seperti marah, kesal dan dendam. Tidak sampai di situ, kalau hal itu pernah terjadi pada kita, maka biasanya dipraktikkan juga dalam pola pengasuhan.

“Parenting itu adalah bagaimana otak dan sel-sel kita itu disambung-sambungkan. Mengasuh itu bagaimana membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan-kenangan apa yang kini disimpan oleh masing-masing anak,” kata Elly.

Dia menerangkan, setelah memahami kaitannya tersebut, maka semua data tentang tren tingginya perceraian, adanya kekerasan dalam rumah tangga, peristiwa anak yang membunuh orangtua dan lain sebagainya, bisa dipaham dari mana muasalnya.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dr Hj Sabriati Aziz, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Drs Reni Susilawati, Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Dr Tasyrif Amin dan dimoderatori oleh Hanafi Usman.* (A Chalik)

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Untuk Mengalahkan Yahudi,  Kenalilah Tabiatnya

Untuk Mengalahkan Yahudi, Kenalilah Tabiatnya

Direktur PTKI Kemenag Tegaskan Peran Islam dalam NKRI

Direktur PTKI Kemenag Tegaskan Peran Islam dalam NKRI

Bocah Yatim-Piatu Ini Akhirnya Dipulangkan dari Arab Saudi

Bocah Yatim-Piatu Ini Akhirnya Dipulangkan dari Arab Saudi

RUMAN Aceh Salurkan Donasi Warga UEA & BNI Syariah untuk Rohingya

RUMAN Aceh Salurkan Donasi Warga UEA & BNI Syariah untuk Rohingya

FTK-FSLJ-JMMTK ITS adakan Dialog Syiah dengan MUI

FTK-FSLJ-JMMTK ITS adakan Dialog Syiah dengan MUI

Baca Juga

Berita Lainnya