Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Cabang-cabang #IndonesiaTanpaJIL Kompak Dukung UAS

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah di Masjid Baitul Karim, Jatinegara, Jakarta, Ramadhan 1439H/2018.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) kembali menyatakan sikapnya. Pada Ahad (18/08/2019), akun-akun ITJ dari berbagai daerah mempublikasikan dukungannya terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang tengah mengalami kriminalisasi dengan tuduhan menghina agama lain.

Akun Instagram ITJ Pusat (@tanpajil) menayangkan gambar UAS dengan tulisan #KamiBersamaUAS. Dalam unggahan tersebut, ITJ menyampaikan pesan singkatnya: “Dan Kami akan sekuat tenaga untuk melindungi para Ulama kami.”

Baca: Penjelasan Muhammadiyah: Ceramah UAS Hanya untuk Kalangan Terbatas

Akun ITJ Chapter Bogor (@itjbogor) menyampaikan kritik lebih jauh terhadap tuduhan yang berkembang terhadap UAS. Menurut akun ini, apa yang terjadi sesungguhnya adalah akibat dipaksakannya ideologi pluralisme agama, sehingga kajian agama yang dipaparkan secara tertutup malah dianggap menyinggung agama lain.

*Alih-alih menghargai perbedaan setiap agama, pluralisme justru mengharuskan semua agama untuk menuruti kehendaknya sendiri. Ust. Abdul Somad, yang menjawab pertanyaan jamaah dalam forum kajian tertutup, kini hendak dikriminalisasi karena menyampaikan poin-poin yang bertentangan ajaran agama lain,” ungkap akun tersebut.

Baca: #KamiBersatuKawalUAS #BelaUASBelaUlama Trending Topic

ITJ Bogor kemudian merujuk kepada buku Tren Pluralisme Agama yang ditulis oleh Dr. Anis Malik Thoha, doktor lulusan Pakistan dan mantan Pengurus NU Cabang Istimewa Malaysia. Dalam buku tersebut, Anis menggarisbawahi bahwa pluralisme pada akhirnya akan memaksakan uniformitas, bukannya menghargai perbedaan yang asasi dalam setiap agama.

Pemaksaan tersebut mendapat penekanan yang sama oleh ITJ Bogor, yang memberikan sebuah retorika sebelum menutup pesan singkatnya: “Jadi apa yang semestinya beliau kerjakan? Menyamakan semua agama? Harus setuju dengan ajaran agama lain? Nah, itulah kezaliman pluralisme.”* (lam/ITJ)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pembukaan dan Kuliah Perdana Pesantren Tinggi Al Ghazaly

Pembukaan dan Kuliah Perdana Pesantren Tinggi Al Ghazaly

Akidah Ahlus Sunnah adalah Asas dari Worldview Islam

Akidah Ahlus Sunnah adalah Asas dari Worldview Islam

Sekolah Ibu Hebat Dapat Banyak Perhatian

Sekolah Ibu Hebat Dapat Banyak Perhatian

Pascagempa Ambon, Murid TPQ Dapat Bantuan Paket Pendidikan

Pascagempa Ambon, Murid TPQ Dapat Bantuan Paket Pendidikan

Mahasiswa Unmul Kajian Tolak Syiah

Mahasiswa Unmul Kajian Tolak Syiah

Baca Juga

Berita Lainnya