Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Berita dari Anda

Cabang-cabang #IndonesiaTanpaJIL Kompak Dukung UAS

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramah di Masjid Baitul Karim, Jatinegara, Jakarta, Ramadhan 1439H/2018.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) kembali menyatakan sikapnya. Pada Ahad (18/08/2019), akun-akun ITJ dari berbagai daerah mempublikasikan dukungannya terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang tengah mengalami kriminalisasi dengan tuduhan menghina agama lain.

Akun Instagram ITJ Pusat (@tanpajil) menayangkan gambar UAS dengan tulisan #KamiBersamaUAS. Dalam unggahan tersebut, ITJ menyampaikan pesan singkatnya: “Dan Kami akan sekuat tenaga untuk melindungi para Ulama kami.”

Baca: Penjelasan Muhammadiyah: Ceramah UAS Hanya untuk Kalangan Terbatas

Akun ITJ Chapter Bogor (@itjbogor) menyampaikan kritik lebih jauh terhadap tuduhan yang berkembang terhadap UAS. Menurut akun ini, apa yang terjadi sesungguhnya adalah akibat dipaksakannya ideologi pluralisme agama, sehingga kajian agama yang dipaparkan secara tertutup malah dianggap menyinggung agama lain.

*Alih-alih menghargai perbedaan setiap agama, pluralisme justru mengharuskan semua agama untuk menuruti kehendaknya sendiri. Ust. Abdul Somad, yang menjawab pertanyaan jamaah dalam forum kajian tertutup, kini hendak dikriminalisasi karena menyampaikan poin-poin yang bertentangan ajaran agama lain,” ungkap akun tersebut.

Baca: #KamiBersatuKawalUAS #BelaUASBelaUlama Trending Topic

ITJ Bogor kemudian merujuk kepada buku Tren Pluralisme Agama yang ditulis oleh Dr. Anis Malik Thoha, doktor lulusan Pakistan dan mantan Pengurus NU Cabang Istimewa Malaysia. Dalam buku tersebut, Anis menggarisbawahi bahwa pluralisme pada akhirnya akan memaksakan uniformitas, bukannya menghargai perbedaan yang asasi dalam setiap agama.

Pemaksaan tersebut mendapat penekanan yang sama oleh ITJ Bogor, yang memberikan sebuah retorika sebelum menutup pesan singkatnya: “Jadi apa yang semestinya beliau kerjakan? Menyamakan semua agama? Harus setuju dengan ajaran agama lain? Nah, itulah kezaliman pluralisme.”* (lam/ITJ)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lahirkan Rescuer  Tangguh, SAR Hidayatullah dan BMH Gelar Diklatsar

Lahirkan Rescuer Tangguh, SAR Hidayatullah dan BMH Gelar Diklatsar

Peserta SPI: ‘Materi The Worldview of Islam Membuat Saya Ingin Melambaikan Tangan ke Kamera’

Peserta SPI: ‘Materi The Worldview of Islam Membuat Saya Ingin Melambaikan Tangan ke Kamera’

Komunitas Pembaca Buku Beri Bantuan ke Korban Banjir Konut lewat BMH

Komunitas Pembaca Buku Beri Bantuan ke Korban Banjir Konut lewat BMH

71 Guru Hidayatullah Ikuti Daurah Mencetak Murabbi Pandu Handal

71 Guru Hidayatullah Ikuti Daurah Mencetak Murabbi Pandu Handal

Pemimpin harus Kuat Jaga Kedaulatan Negara, Jamin Rakyat Sejahtera

Pemimpin harus Kuat Jaga Kedaulatan Negara, Jamin Rakyat Sejahtera

Baca Juga

Berita Lainnya