ADPISI Aceh akan Antisipasi Pemikiran Menyimpang

ADPISI merupakan wadah resmi yang menaungi seluruh dosen-dosen pengajar mata kuliah PAI di perguruan tinggi umum se-Indonesia.

ADPISI Aceh akan Antisipasi Pemikiran Menyimpang

Terkait

Hidayatullah.com– Bersamaan dengan pelaksanaan sarasehan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum (PTU) se-Indonesia di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Aceh, juga dilaksanakan pelantikan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) Aceh periode 2019-2024.

ADPISI merupakan wadah resmi yang menaungi seluruh dosen-dosen pengajar mata kuliah PAI di perguruan tinggi umum se-Indonesia. Untuk Aceh baru kali ini dibentuk kepengurusannya dan sekaligus menjadi cabang dari ADPISI Pusat.

Kepengurusan ADPISI Aceh ini diketuai oleh Prof Dr drh Muslim Akmal dari Unsyiah dengan wakil ketua Samwil, S.Pd.I, MA (Universitas Teuku Umar), sekretaris umum Dr Rahmat Fadhil (Unsyiah), wakil sekretaris Zulfahmi, M.Ag (ISBI Aceh), bendahara Enzus Tinianus, SH, MH (Unsyiah), wakil bendahara Zarkasyi SHI, M.HI (Unimal).

Selain itu kepengurusan ADPISI Aceh juga memiliki divisi-divisi di bawahnya. Antara lain, divisi pendidikan dan SDM, divisi pengembangan jaringan dan organisasi, divisi media dan publikasi, divisi penelitian dan kajian, dan divisi pengabdian masyarakat.

Baca: Sarasehan Dosen Pendidikan Agama Islam se-Indonesia di Aceh

Ketua ADPISI Aceh, Prof Dr drh Muslim Akmal dalam sambutannya mengingatkan, ADPISI Aceh lahir untuk mewadahi dosen-dosen PAI pada perguruan tinggi umum se Aceh agar menjadi sarana saling menguatkan, berbagi pengalaman dan pengembangan kapasitas tenaga pengajar, agar dari waktu ke waktu dapat menjadi semakin lebih baik dan berkualitas.

Selain itu, tambahnya, keberadaan ADPISI Aceh diharapkan akan menjadi penggerak untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam mendidik mahasiswa-mahasiswa di berbagai perguruan tinggi umum yang saat ini semakin marak semangat beragama.

“Termasuk juga sebagai antisipasi terhadap berbagai pemikiran dan ajaran yang menyimpang. Terutama terhadap pemahaman-pemahaman yang menjauhkan mereka dari hakikat dan syariat Islam. Semoga saja usaha ini menjadi amal jariah bagi kita semua,” pungkas Prof Muslim Akmal.

Baca: Pelajaran Agama Islam: Dihapus atau Diperbaiki?

Sebelumnya, Unsyiah menjadi tuan rumah pelaksanaan sarasehan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum (PTU) se-Indonesia.

Kegiatan dengan tema “Quo Vadis Dosen PAI di PTU” itu diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari dosen-dosen PAI di berbagai kampus di Aceh dan juga kampus-kampus lainnya di Indonesia.

Acara berlangsung di Ruang Multimedia RKU 1 Unsyiah, Jumat (02/08/2019) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unsyiah, Prof Dr Marwan.

Sekretaris Panitia, Dr Rahmat Fadhil, Sabtu (03/08/2019), mengatakan sarasehan tersebut terselenggara berkat kerja sama UPT Mata Kuliah Umum Unsyiah di bawah pimpinan Dr Teuku Muttaqin Mansur dengan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) Pusat.

Juga dirangkai dengan pelatihan sertifikasi dan standardisasi bagi dosen-dosen PAI di Unsyiah dan beberapa kampus lain di Aceh.* Enzus Tinianus

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !