Lagi! RUU P-KS kembali Ditolak Dua Pekan Berturut-turut

Pendapat lain diungkapkan bahwa RUU P-KS sarat ideologi feminisme (yang mengakomodir LGBT).

Lagi! RUU P-KS kembali Ditolak Dua Pekan Berturut-turut
Andri Ok
Aksi tolak RUU P-KS di Bandung, Ahad pagi (14/07/2019).

Terkait

Hidayatullah.com– Penuh kejanggalan dan ambiguitas, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) ditolak dua pekan berturut-turut di Kota Bandung, Jawa Barat. Aksi Tolak RUU P-KS kembali digelar untuk yang kedua kalinya di bulan Juli di Kota Bandung, Ahad pagi (14/07/2019) di sepanjang Car Free Day (CFD) Jalan Dago.

Aksi ini dimotori oleh Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Bandung. Ketua GPP Bandung Marcia, dalam penjelasannya kepada masyarakat mengatakan “makna kekerasan seksual yang terdapat di dalam RUU P-KS masih sangat luas sekali, jangan sampai Indonesia menjadi negara yang amoral karena RUU tersebut.”

Baca: Gerakan Peduli Perempuan Tolak RUU P-KS

Pendapat lain diungkapkan bahwa RUU P-KS sarat ideologi feminisme (yang mengakomodir LGBT). Seperti yang diungkapkan Divia.

“Awalnya saya sendiri pun bertanya tanya kenapa kok ditolak padahal bagus gitu untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual tidak sedikit orang yang belum paham dan bilang kenapa sih harus ditolak. Tapi setelah dikaji lebih dalam ternyata ada kata-kata yang mengandung ambiguitas, yang sebenarnya berpotensi memunculkan masalah baru nantinya. Masalah yang akan muncul bukan masalah yang kecil nantinya melainkan masalah yang besar, RUU ini juga ngandung kampanye ideologi feminisme. Maka dari itu RUU ini harus di tolak,” ujarnya.

Kekhawatiran yang sama juga disampaikan oleh Resna, salah seorang aktivis pelajar yang tergabung dalam aksi penolakan RUU P-KS, Ahad pagi (14/07/2019) tersebut.

“Karena tidak rela jika isinya bukan melindungi malah ditunggangi oleh paham yang merugikan fitrah perempuan,” ujarnya.

Baca: Aliansi Perempuan Bandung Tolak RUU P-KS

“Karena sudah membaca beberapa pasal RUU yang secara redaksi sangat rancu dan ambigu, sehingga kemungkinan akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Rani, Mahasiswa yang tergabung dalam aksi Tolak RUU P-KS.

Selain itu jalannya aksi terlihat damai di tengah-tengah riuh pagi Ahad. Aksi ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat seperti dengan mengambil gambar, menanyakan langsung kepada peserta terkait isu RUU P-KS.* Andri Ok

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !