Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Berita dari Anda

Sinergi IMS dan Sahabat Al-Aqsha Bantu Pengungsi Sulteng

ist.
Pelayanan medis terhadap pengungsi korban bencana di Desa Labuan Lelea, Donggala, Sulteng, Oktober 2018.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Sigi, dan Donggala pada Jumat (28/09/2018) sudah 14 hari lebih berlalu. Namun rumah penduduk korban bencana masih dalam keadaan yang belum layak dihuni. Di Desa Labuan Lelea, Donggala, misalnya, rumah-rumah warga ada yang rubuh, retak, yang paling ringan seluruh barang di rumah para korban terhambur jatuh, pecah, dan hancur.

“Ketika gempa datang kami semua langsung berhamburan keluar lari sekencang mungkin ke koala (sungai besar), tanah itu seperti terangkat-angkat. Kami yang tengah masak di dapur, nasi dan masakan lauk ikan kami melompat semua jatuh ke lantai,” kisah Anifah (40) salah seorang korban selamat.

Baca: IAGI Dorong Edukasi Bencana Masuk Kurikulum Pendidikan SD

“Saudara kita ada yang kakinya diamputasi, tangan patah akibat tertimpa bangunan. Banyak juga yang trauma termasuk anak saya ini, kalau dia dengar suara truk atau getaran apa saja, dia cuma bengong dan bicara tak tentu,” tambah Anifah.

Relawan yang diperbantukan dari tim SAR Hidayatullah mendistribusikan logistik sejak pagi menerima permintaan dari masyarakat Labuan Lelea akan kebutuhan layanan kesehatan. Tim IMS bersama Sahabat Al-Aqsha menerima permintaan pada tengah hari dan menuju lokasi sore harinya.

Baca: Palu Berangsur Pulih

Masyarakat Labuan Lelea mengungsi ke lokasi tepi sungai besar yang mereka sebut koala, yang berjarak 10 km dari desa mereka. Beberapa hari pertama pasca bencana, mereka tidur hanya beratapkan langit dan beralaskan seadanya. Sungai menjadi tempat mandi dan mencuci selama mengungsi. Efek keseringan mandi di sungai membuat hampir seluruh korban bencana di situ terjangkit penyakit kulit dan diare.

“Kami sangat bersyukur tim kesehatan mau menerima permintaan kami untuk berkunjung dan memberi pengobatan untuk kami. Sebagian dari kami baru hari ini bisa kembali ke Labuan Lelea karena keterbatasan kendaraan,” tutup Anifah saat tim medis akan beranjak meninggalkan lokasi pengobatan baru-baru ini, Oktober 2018.

Baca: “Baru Hari ini Tim Medis sampai ke Desa Kami…”

Tim medis IMS dan Sahabat Al-Aqsha melakukan sinergi untuk memberikan layanan kesehatan keliling ke posko-posko yang tersebar di Palu dan Donggala. Selain para pengungsi korban bencana, tim medis juga memberikan pelayanan dan perawatan terhadap para anggota SAR yang kecapekan maupun yang terluka ketika sedang bertugas.

Selanjutnya IMS akan terus berusaha untuk memberikan layanan kesehatan sampai masa pemulihan pasca bencana.* Kiriman Imron

Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Bacaan Cerpen Anak Dinilai Masih Kurang

Bacaan Cerpen Anak Dinilai Masih Kurang

Dosen Langka, Dengan Cinta Berhasil Didik Mahasiswa

Dosen Langka, Dengan Cinta Berhasil Didik Mahasiswa

Solidaritas untuk Aleppo, Ujian Semeter Diliburkan Sehari

Solidaritas untuk Aleppo, Ujian Semeter Diliburkan Sehari

Pengamat: Pemuda Indonesia Perlu Miliki Kompetensi Ekonomi Global

Pengamat: Pemuda Indonesia Perlu Miliki Kompetensi Ekonomi Global

Pakar Tafsir: Pria Alami Puber Bekali-kali

Pakar Tafsir: Pria Alami Puber Bekali-kali

Baca Juga

Berita Lainnya