Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

“Jangan Kenal Istilah ‘Bad Mood’ dalam Menulis”

Khairul Hibri
Bedah buku 'Mindset Surga' di Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/11/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dalam sebuah acara bedah buku di Panceng, Gresik, Jawa Timur, penghujung pekan kemarin, Sabtu (18/11/2017) lalu, ada sebuah pertanyaan dari seorang peserta,  yang dijawab dengan mengundang gelitik tawa dari para hadirin.

“Pak, dalam kepenulisan Anda produktif sekali. Selain buku, Anda juga aktif menulis di berbagai media massa,” ujar si peserta itu memulai prolog.

“Pertanyaan saya,” sambungnya, “Bagaimana tips menjaga mood (suasana hati) untuk menulis. Karena ini acap dialami oleh penulis, terutama pemula?” tanyanya.

Tak sependapat dengan pernyataan itu, Imam Nawawi, penulis buku tersebut, membantah keterkaitan ‘mood dan tidak mood’ dalam berkarya tulis.

Baca: Dorong Generasi Kekinian Berani Menulis, LDK Salim UNJ Gelar IJT

Sebab, ulas penulis sejumlah buku itu, pada dasarnya manusia itu sendirilah yang menyimpulkan dirinya tengah ‘mood atau tidak mood (bad mood)’.

Di lain sisi, menurutnya menulis sudah menjadi keharusan bagi seorang beriman. Untuk menyebar manfaat bagi generasi masa depan, sekaligus sebagai pengabadi karya.

“Apa yang saya ucapkan dalam forum ini akan hilang seiring waktu. Tapi apa yang saya tulis, insya Allah ‘abadi’,” ungkap Wakil Ketua Penulis Muda Indonesia (PENA) ini.

Maka seharusnya, kata dia, umat Islam tidak mengenal istilah ‘mood tidak mood’ dalam menulis. Tapi lebih hanya kepada lelah fisik dan fresh. Itu manusiawi.

Lagipula bila ditilik sejarah ulama-ulama terdahulu, tidak ada istilah menulis menunggu tumbuhnya mood.

Baca: Menulis dan Membaca, Warisan Luhur Para Ulama

Ia kemudian memberi contoh Imam Bukhari. Katanya, sang Imam asal Bukhara itu tidak akan pernah berhasil menulis kitab shahihnya, bila mana ‘mood’ menjadi patokannya menulis.

“Bagaimana mau selesai, baru mau menulis, terserang bad mood. Tapi ini semua tidak pernah dialami oleh para ulama, khususnya Imam Bukhari,” pungkas penulis buku Mindset Surga ini, yang disambut gelitik tawa para hadirin.* Khairul Hibri

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Doa dan Harapan Sandiaga Uno Memimpin Jakarta

Doa dan Harapan Sandiaga Uno Memimpin Jakarta

Solidaritas Peduli Jilbab Yogyakarta Memberi Edukasi Hijab Syar’i

Solidaritas Peduli Jilbab Yogyakarta Memberi Edukasi Hijab Syar’i

Studium Generale SPI ITJ Merekonstruksi Dakwah Nabi

Studium Generale SPI ITJ Merekonstruksi Dakwah Nabi

Masjid Satu-satunya di Pusat Kota Gunungsitoli Diresmikan Pasca Kena Gempa

Masjid Satu-satunya di Pusat Kota Gunungsitoli Diresmikan Pasca Kena Gempa

Media Muslim TV dan Aplikasi CAK SUR Diluncurkan Pos Dai

Media Muslim TV dan Aplikasi CAK SUR Diluncurkan Pos Dai

Baca Juga

Berita Lainnya