Wakil Bupati Purwakarta Apresiasi Program Training Pra Nikah Syabab

Teh Ida mengungkapkan bahwa sejatinya pernikahan adalah fitrah manusia, yang karenanya dilakukan dengan tuntunan adab yang luhur sebagaimana tuntunan Islam.

Wakil Bupati Purwakarta Apresiasi Program Training Pra Nikah Syabab

Terkait

Hidayatullah.com– Pengurus Daerah (PD) Syabab Hidayatullah Kabupaten Purwakarta menggelar acara Training Pra Nikah diikuti sedikitnya 200 peserta laki-laki dan wanita pra keluarga yang digelar di Gedung Dakwah Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, Ahad (19/11/2017).

Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara yang hadir membuka acara tersebut, dalam sambutannya mengatakan, kaum muda harus tampil sebagai generasi bangsa yang memiliki ketahanan diri, agar tak terjerembab ke dalam pergaulan yang keliru.

Ia pun mengapresiasi organisasi kepemudaan itu yang menginisiasi kegiatan training pra nikah tersebut, yang menurutnya akan turut mengokohkan ketahanan keluarga, serta menanamkan bekal pengetahuan kepada generasi muda sebelum memasuki jenjang pernikahan.

“Harapannya, generasi muda zaman sekarang harus lebih baik lagi dan bagaimana umat Islam selalu mengutamakan agama sebagai landasan kekokohan,” kata Wabup Dadan Koswara.

Ratusan peserta training pra nikah ini dihadiri lebih oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat luas yang umumnya belum menikah atau setidaknya telah memasuki usia matang ke jenjang tersebut.

Selain dari Purwakarta, peserta juga datang dari daerah lain seperti Bekasi dan Karawang.

Baca: MUI Dukung Diintensifkannya Pendidikan Pra Nikah, Materinya Harus Komprehensif

Acara yang digelar bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Mushida ini menghadirkan pembicara yakni Naspi Arsyad (Direktur Ma’had Al Humairah Sukabumi/Pemerhati Biro Jodoh Islami), Ida S Widayanti (Penulis dan Pegiat Parenting), dan Suhardi Sukiman (Ketua Umum PP Syabab).

Dalam pemaparannya, Naspi menyampaikan tentang adab-adab taaruf. Pria paruh baya dengan pembawaan materi yang sesekali diseli joke menjadikan suasana acara semakin penuh gairah.

Sementara pembicara kedua, Teh Ida, menyampaikan pentingnya membangun cinta yang dilandasi dengan iman, bukan nafsu semata yang memang merupakan hasrat manusiaswi.

Teh Ida mengajak peserta untuk merenungkan kembali tujuan pernikahan. Teh Ida mengungkapkan bahwa sejatinya pernikahan adalah fitrah manusia, yang karenanya dilakukan dengan tuntunan adab yang luhur sebagaimana tuntunan Islam.

Peserta tampak khidmat menyimak penyampaian Teh Ida yang sarat dengan ilmu pengetahuan dengan menyodorkan beragam fakta-fakta yang bisa menjadi renungan bersama.

Pembicara ketiga, Suhardi, memaparkan tentang persiapan menyongsong rumah tangga syurgawi. Ayah 4 anak ini berbagi tips tentang teknik membangun harmoni dalam rumah tangga, sehingga dapat menggapai kehidupan yang penuh cinta surgawi.

Rumah tangga yang dibangun berlandaskan visi dan orientasi yang sejalan antar pasangan adalah merupakan kunci sukses kebahagiaan surgawi.

Suhardi melanjutkan, dengan landasan iman karena Allah Ta’ala, rumah tangga yang terbangun akan selalu langgeng penuh kegembiraan. Tidak saja di dunia, melainkan juga berdimensi akhirat.

Baca: Wawali Kota Balikpapan: Pembinaan Pra Nikah Ringankan Beban Pemerintah

Sementara itu, Ketua PD Syabab Purwakarta, Rudi Syafaat, selaku penyelenggara acara mengatakan diadakannya kegiatan selain memang merupakan core program Syabab, sekaligus sebagai bentuk kepeduliaan organisasi kepemudaan itu, dalam mengentaskan problem gejala angka perceraian yang relatif tinggi setiap tahunnya.

Di Purwakarta misalnya. Rudi menyebutkan, hingga medio Oktober 2017 lalu, Pengadilan Agama Purwakarta mencatat kenaikan angka perceraian hingga 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari data tersebut ditemukan permasalahan ekonomi dan perselingkuhan menjadi faktor dominan penyebab terjadinya perceraian di masyarakat perkotaan di Kabupaten Purwakarta.

“Ini fenomena yang perlu sama-sama kita atasi,” kata Rudi. Salah satunya adalah dengan menggelar madrasah pernikahan seperti itu, agar pemuda mendapatkan pemahaman yang benar tentang pernikahan. “Bahwa menikah itu juga perlu bekal pengetahuan yang kemudian diinternalisasi dalam praktik keseharian,” jelasnya.

Ia berharap, training pra nikah seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Dia mengatakan pihaknya siap menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat dan institusi terkait lainnya yang memiliki visi serupa, dalam rangka memasyarakatkan tradisi cinta harmoni Lillaahi Ta’ala dalam kehidupan berkeluarga.

Acara training pra nikah ini terselenggara atas dukungan banyak pihak, di antaranya BMH, CV Panca Teknik Cikampek, PayTren, Oishi Teh Tarik, Pustaka Bagus Cikampek, Klinik As Salam, dan Lia Soraya.*/ Pengirim PD Syabab Hidayatullah Purwakarta

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !