Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Lulus Tes Narkoba, Syarat Jadi Maba STIBA Makassar

http://stiba.ac.id/
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menjelang Tahun Ajaran baru, STIBA Makassar membuka pendaftaran calon mahasiswa baru. Sejak Selasa-Rabu (9-10/08/2016), ratusan calon mahasiswa baru mengikuti ujian seleksi.

Untuk dinyatakan lulus sebagai calon mahasiswa baru (Camaba) harus melalui tiga jenis ujian, ujian tulis, wawancara, dan tes kesehatan.

Ujian tulis dipusatkan di Masjid Anas bin Malik Kampus STIBA Makassar bagi putra, sementara untuk putri dipusatkan di Gedung Aula STIBA Putri. Beragam bentuk soal ditanyakan dalam tes tulisan yang terdiri dari 100 soal ini. Bidang al-Qur’an dan hadits, akidah, fikih, Bahasa Arab, dan tes potensi akademik masing-masing sebanyak 20 soal.

Pada tes wawancara, setiap Camaba akan dites bacaan al-Qur’an maupun hafalannya. Tes membaca buku berbahasa Arab, hingga bercakap dalam bahasa Arab.

Penilaian lain berkisar pada bagaimana penampilan Camaba, kesiapan tinggal di asrama dan komitmennya dalam mematuhi aturan-aturan yang diberlakukan di STIBA. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru melibatkan puluhan dosen dalam tes wawancara ini.

Sementara pada tes kesehatan, menurut Muhammad Hakim, S.Kep, Ners. MARS koordinator tim pemeriksa kesehatan, ada tiga variabel yang menjadi penilaian dalam tes ini. Pertama adalah pemeriksaan fisik, seperti keluhan-keluhan, riwayat penyakit dalam keluarga, dan lain-lain.

Kedua pemeriksaan psikotes, hal ini, menurut Hakim, perlu bagi setiap calon-calon ulama untuk menghindari adanya penyimpangan-penyimpangan perilaku dari setiap mahasiswa. Psikotes ini meliputi tes kesadaran yang terdiri dari orientasi, psikomotor, dan proses berpikir. Lalu tes kepribadian yang meliputi kemauan, persepsi, kepribadian (konsep diri), dan komunikasi verbal. Nilai di bawah standar maka dianggap camaba tersebut memiliki penyimpangan dan menjadi pertimbangan kelulusan.

Ketiga adalah tes pemeriksaan narkoba. Ini ditandai dengan pemeriksaan urine. Tapi sebelum sampai ke tahap ini, setiap camaba akan diberikan pertanyaan-pertanyaan terkait riwayat penyakit non-infeksi seperti sakit kepala, ada tidaknya gejala insomnia (gangguan pola tidur), maupun gangguan pola makan.

Termasuk mereka akan ditanya tentang riwayat penggunaan obat dan lainnya seperti analegtik, rokok, obat tidur (penenang), dan tato. Jika jawaban-jawaban camaba terhadap pertanyaan di atas positif, maka ada indikasi adanya penyalahgunaan obat terlarang, sehingga tes akan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine camaba. Calon mahasiswa baru yang terbukti secara medis positif mengonsumsi narkoba tidak akan lulus dalam penjaringan mahasiswa baru ini.

Nama-nama mahasiswa baru yang dinyatakan lulus akan diumumkan pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2016 M.*/kiriman Syahrul Qur’ani

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pendiri SPI: Perang Pemikiran Butuh Keseriusan & Persiapan

Pendiri SPI: Perang Pemikiran Butuh Keseriusan & Persiapan

RICMA Hadirkan Jakarta Islamic Fashion Guide untuk Referensi Remaja Muslimah Ibu Kota

RICMA Hadirkan Jakarta Islamic Fashion Guide untuk Referensi Remaja Muslimah Ibu Kota

MIUMI DIY dan PKU Gontor Gelar Seminar Nasional “Pemikiran Islam Kontemporer”

MIUMI DIY dan PKU Gontor Gelar Seminar Nasional “Pemikiran Islam Kontemporer”

Agar Pendidikan Sukses, Aspek Ibadah Harus Diperhatikan

Agar Pendidikan Sukses, Aspek Ibadah Harus Diperhatikan

Tebar Al-Qur’an di Pedalaman Cigalontang

Tebar Al-Qur’an di Pedalaman Cigalontang

Baca Juga

Berita Lainnya