Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Guru Besar UGM: Mahasiswa Harus Produktif, Jangan Banyak Tidur!

Siti Rofiqoh/PENA Yogyakarta
Sebagian peserta studium generale di Auditorium BRI, FEB UGM Jogjakarta, Kamis (24/03/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Forum Komunikasi Mahasiswa Magister Sains (FORKOMSI) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan studium generale di Auditorium Bank Rakyat Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Jogjakarta, Kamis (24/03/2016).

Acara yang mengusung tema “The Power of Managing Times! How to Wrote 41 Books & 100+ Articles?” ini menghadirkan pemateri Prof Mudrajad Kuncoro, M Soc. Sc, PhD, selaku Ketua Program Pendidikan (Prodi) Ilmu Ekonomi Magister Sains dan Doktor FEB UGM.

Di hadapan 85 orang mahasiswa yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Jogjakarta, Prof Mudrajad mengawali materinya dengan menceritakan pengalamannya dalam mengatur waktu sebagai seorang mahasiswa.

Menurutnya, seorang mahasiswa harus berlatih membagi waktu dan menentukan skala prioritas yang harus dikerjakan.

“Mahasiswa itu jangan banyak tidur tanpa aktivitas yang produktif,” ucap lulusan University of Melbourne tersebut sambil mengutip beberapa ayat dalam al-Qur’an.

Disebutkan, sejumlah surat dalam al-Qur’an bahkan menggunakan nama waktu sebagai penegasan akan pentingnya waktu tersebut bagi seorang Muslim.

“Sebut misalnya, ada surat Al-Fajr (waktu fajar), Ad-Dhuha (waktu dhuha), Al-‘Asr (waktu Ashar), dan Al-Lail (waktu malam),”  terang Mudrajad.

“Evaluasi, seberapa kualitas hidup Anda. Lebih baik belajar 3 jam setiap hari dan kontinu daripada belajar 24 jam sekaligus tapi hanya sekali atau kadang-kadang,” tambahnya.

Tips Menulis Buku

Selain menjelaskan tentang urgensi waktu, profesor yang pernah menempuh pendidikan di University of Birmingham, United Kingdom tersebut juga berbagi tips dalam menulis artikel atau buku secara produktif.

Seorang mahasiswa, menurutnya, dituntut punya kemampuan membaca secara cepat untuk bisa segera memahami masalah yang dituang dalam buku tersebut.

“Di buku itu ada pendahuluan dan ringkasan, sedang di jurnal ada abstrak. Baca itu dulu biar cepat paham isinya,” ucapnya memberi saran.

Dalam menulis tesis, misalnya. Ia menyarankan mahasiswa untuk menjadikan itu sebagai kebutuhan. Dari yang tadinya berpola pikir ‘you have to’ menjadi ‘you need to’. Maksudnya, dari keharusan menjadi kebutuhan.

“Jadi, membaca dan menulis itu bisa setelah shalat Shubuh, bisa juga ketika antrian di bank, atau dimana saja,” ucapnya.

Di penghujung acara, keluarga besar FORKOMSI mendapat kehormatan untuk memberi plakat kenang-kenangan kepada Mudrajad dan Prof Jogiyanto Hartono Mustakini, MBA, CMA, PhD (Koordinator Program Doktor sekaligus Ketua Prodi Akuntansi Magister Sains dan Doktor FEB UGM).

Jogiyanto sekaligus diminta oleh panitia untuk melantik pengurus baru FORKOMSI periode 2016-2017 yang kini dinakhodai oleh Fatma Yeni, mahasiswa Magister Sains Akuntasi.* Siti Rofiqoh, pegiat komunitas PENA Yogyakarta

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Desa Sugih Waras Akan Adakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Desa Sugih Waras Akan Adakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Tabligh Akbar Bantu Suriah di Kabupaten Tojo Una-una

Tabligh Akbar Bantu Suriah di Kabupaten Tojo Una-una

PPMI Madinah Mengadakan Safari Dakwah dan Bakti Sosial di Cianjur dan Sukabumi

PPMI Madinah Mengadakan Safari Dakwah dan Bakti Sosial di Cianjur dan Sukabumi

Gerakan Islam Bukan Ancaman

Gerakan Islam Bukan Ancaman

Semarak Pawai sambut Ramadhan Lembaga Dakwah UI

Semarak Pawai sambut Ramadhan Lembaga Dakwah UI

Baca Juga

Berita Lainnya