Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Berita dari Anda

Pemuda Harus Banyak Manfaatkan Waktu Emas dengan Membaca

Dok. Hidayatullah
Para pemuda dari kalangan STAIL Surabaya.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemuda Muslim seharusnya memanfaatkan waktu emas dengan membaca dan beramal. Sebab perubahan bisa dilakukan dengan hal kecil tanpa menunggu hal-hal yang lebih besar.

“Jangan berpikir harus menjadi presiden dulu baru bisa berbuat! Lakukanlah yang bisa kalian lakukan. Selama itu diniatkan untuk Allah, maka tidak ada yang sia-sia,” ujar Dr. Nirwan Syafrin peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-hakim (STAIL) Surabaya dalam ceramahnya di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Sabtu (20/02/2016).

Ia juga mengingatkan, para mahasiswa tidak menyia-nyiakan waktu emasnya. Menurutnya, pemuda sekarang harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena tantangan yang akan mereka hadapi sangatlah dahsyat dibanding pemuda dahulu.

Apalagi, lanjut Wakil Rektor Universitas Ibnu Khaladun (UIKA) Bogor itu, saat ini begitu marak isu mengenai LGBT, dimana anak muda seakan dipaksa untuk berperilaku tak bermoral itu lewat tontonan-tontonan di televisi. Karenanya, ia menyarankan kepada mahasiswa agar lebih banyak membaca buku dan memperdalam ilmu serta mempertebal iman. Karena bagi dia solusi agar tak tertular patologi tersebut adalah ilmu dan iman.

Di lain hal, Dr. Nirwan mengatakan problematika yang terjadi di Indonesia saat ini, seperti politik kotor, asing yang menguasai kekayaan nagara ini, serta problematika lainnya harus menjadi tantangan yang harus diselesaikan oleh generasi saat ini. Karena menrututnya, jika hal ini terus dibiarkan, tak akan lama lagi Indonesia terhapus dari peta layaknya Uni Soviet, Yugoslavia, dan Cekoslowakia.

“Dengan tantangan yang begitu dahsyat, generasi saat ini butuh kerja keras yang tidak main-main. Karena kalian adalah pemimpin masa depan, maka permantaplah diri agar bisa memimpin, karena menjadi pemimpin bukan untuk memperbaiki diri sendiri, tetapi memperbaiki banyak orang,” terang alumnus Universitas Antar Bangsa atau International Islamic Univrsity Malaysia (IIUM) tersebut.

Di Akhir ceramahnya, ia berpesan kepada mahasiwa STAIL agar membuat forum diskusi pemikiran dan membangun jaringan seluas-luasnya. Menurutnya, dengan membangun pemikiran itulah Turki bisa sehebat sekarang. Yang lebih penting lagi, pesannya, tingkatkan spritual karena itulah satu-satunya benteng umat Islam saat ini.*/Siraj el-Mandhy

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kunjungi Hidayatullah Balikpapan, Fadlan Tegaskan Islam Agama Pertama di Irian

Kunjungi Hidayatullah Balikpapan, Fadlan Tegaskan Islam Agama Pertama di Irian

Mahasiswa Indonesia Gelar Pelatihan Penerbitan Buku

Mahasiswa Indonesia Gelar Pelatihan Penerbitan Buku

Orangtua Harus Mengawasi Dan Memilih Mainan Anak

Orangtua Harus Mengawasi Dan Memilih Mainan Anak

Profesor Amerika Bicara Soal Wayang Dakwah

Profesor Amerika Bicara Soal Wayang Dakwah

Sekolah Pemikiran Islam #IndonesiaTanpaJIL Resmi Dibuka

Sekolah Pemikiran Islam #IndonesiaTanpaJIL Resmi Dibuka

Baca Juga

Berita Lainnya