Persatuan Ulama Muslimin Dunia Tolak Pembatasan Waktu dan Luas Masjid Al Aqsha oleh Zionis

Ketua Persatuan Ulama Dunia, Syeikh Dr. Al Qaradhawi memberikan pesan kewajiban umat Islam terhadap kiblat umat Islam yang pertama ini

Persatuan Ulama Muslimin Dunia Tolak Pembatasan Waktu dan Luas Masjid Al Aqsha oleh Zionis
Syekh Raid Salah dari Palestina dalam kesempatan telekonferensi mengingatkan umat Islam agar terus berjaga (ribath di jalan Allah)

Terkait

Hidayatullah.com–Pada Hari Jum’at, 11 September 2015, berlokasi di Katara Cultural Village, Doha, Qatar, pukul 08.30 waktu setempat, Persatuan Ulama Muslimin Dunia dibawah pimpinan ulama besar dunia Islam Syeikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi menyerukan penolakan terhadap pembatasan waktu dan luas dari Masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel.

Hadir dalam aksi solidaritas Palestina ini, disamping Syeikh Yusuf Qaradhawi adalah Syeikh Prof. Dr. Ali Quradaghi, Sekretaris Jendral Persatuan Ulama Muslimin Dunia, Prof. Dr. Ahmad Raisuni, Dr. Salman Audah, Dr. Ahmad Al-Omari, serta para ulama, pemikir dunia islam, dan duta-duta besar negeri muslim.

Memberi sambutan pembuka dalam aksi solidaritas ini, Sekjen Persatuan Ulama Dunia, Syekh Prof. Dr. Ali Quradaghi yang mengingatkan bahwa isu Palestina bukan sekedar isu kecil bagi bangsa Palestina saja, melainkan merupakan isu bagi seluruh umat muslim dunia.

Menurutnya, tanggung jawab memerdekakan masjidil Aqsha akan terus berada di leher umat Islam sampai ia dapat terbebaskan dan kembali ke pangkuan Islam.

Membahas masjid kiblat pertama umat Islam ini, beliau menjelaskan bahwa Masjidil Aqsha merupakan sebuah indikator dari kekuatan dan juga kelemahan dari umat Islam.

Ketika umat Islam kuat maka hal itu akan tercermin pada kebebasan dan kemerdekaan al Aqsha serta kedamaian umat yang hidup di tanah bersejarah itu. Melemahnya Kekhilafahan Abbasiyah, menurutnya, telah menyebabkan jatuhnya Baitul Maqdis ke tangan Kaum Salibis.

Ketika umat Islam kembali menguat dibawah pimpinan Nuruddin Muhammad Zanki (Zengi) dan Sholahuddin Al Ayyubi, Masjidil Aqsha dapat kembali ke pangkuan Islam dan umat Islam dapat hidup dalam kedamaian.

Begitu pula jatuhnya Al Aqsha ke tangan Zionis menjadi indikator kelemahan umat islam dan merupakan inti persoalan dari berbagai macam persoalan yang dihadapi umat.

Sementara Dr. Ahmad Al Omari, Ketua Komite Urusan Al Quds, dibawah Persatuan Ulama mengingatkan kaum Muslimin agar tidak mengkhianati amanah-amanah yang telah dibebankan kepada mereka.

Beliau dalam kesempatan ini juga mewakili ulama-ulama mengutuk keras dan menolak pembatasan waktu yang diberlakukan oleh otoritas Zionis terhadap umat Islam di mana isinya umat Islam dilarang untuk memasuki masjid pada waktu-waktu tertentu.

Disamping itu telah tampak upaya Zionis Israel untuk mengelabui umat Islam dengan mengurangi luas sebenarnya dari tanah masjid Al Aqsha yang mencakup seluruh pelataran masjid.

Sementara Syekh Raid Salah dari Palestina dalam kesempatan telekonferensi mengingatkan umat Islam agar terus berjaga (ribath di jalan Allah Subhanahu Wata’ala) dan keturunan-keturunan Palestina tidak akan berhenti dari menjaga dan melindungi kiblat pertama umat Islam ini.

Aksi solidaritas untuk Masjidil Aqsha ini ditutup dengan wejangan panjang oleh Ketua Persatuan Ulama Dunia, Syeikh Dr. Al Qaradhawi tentang kewajiban umat Islam terhadap kiblat umat Islam yang pertama ini.*/Ady C. Effendy, MA, Sekjen Asosiasi Muslim Indonesia di Qatar

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !