Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Limanda, Liburan Indah Sekaligus Jadi ‘Santri’ Sepekan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Hari Ahad (14-19/06/2015), berlangsung kegiatan Liburan Manfaat Ganda (LIMANDA) di Pusdiklat Hidayatullah Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Wisata Batu, Jawa Timur
Kegiatan dibuka Pimpinan Pusdiklat Hidayatullah Batu, Ustadz Endang Abdurrahman dengan tema “Menata hati, menggapai kebahagiaan hakiki dengan akhlak mulia.”

“Bukan karna mahalnya infak kegiatan,bukan meriahnya fun rafting ataupun outbound, tetapi tegaknya shalat tahajud berjamaah, shalat wajib berjamaah, itulah yang mahal, momen ini sedikit dimiliki semua orang di usia seperti kalian,” ujar alumni PP Darussalam Gontor Ponorogo ini.

Sebagaimana diketahui, LIMANDA adalah sebuah konsep liburan bernuansa ruhani, semacam ‘pesantren liburan’ untuk para murid-murid sekolah guna mengisi liburan lebih bermanfaat.
Kegiatan ini berjalan selama satu pekan dan dibuka selama musim liburan sekolah, baik liburan semester ganjil ataupun semester genap.

“Waktu yang terpakai untuk berliburan adalah karunia Allah yang harus disyukuri dengan kegiatan yang baik, untuk itulah Pusdiklat Hidayatullah Batu mengajak anak Muslim yang berusia dari 7-18 tahun untuk mengikuti kegiatan Pondok Limanda,” demikian menurut Ketua LIMANDA, Rully Suryalamba.

Limanda2

Yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Program Plus’ berupa; shalat malam berjamaah, shalat wajib berjamaah, tadabbur Al-Qur’an, training pemantapan ruhani, akhlak dan akidah

Salah satu kegiatan LIMANDA adalah; training MSQ, fun rafting, outbound, jogging lintas desa wisata,hiking, walking on the fire (berjalan di atas api).

Yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Program Plus’ berupa; shalat malam berjamaah, shalat wajib berjamaah, tadabbur Al-Qur’an, training pemantapan ruhani, akhlak dan akidah.

Selama ini, kegiatan LIMANDA sudah dikenal masyarakat dan dinati oleh sekolah-sekolah dari berbagai kota; termasuk dari Batu,Kediri,Jember,Surabaya,Malang,Purwadadi bahkan pernah dating dari luar pulau. Sebut saja dari Kalimantan, Sumatera.

“LIMANDA mulai dikenalkan masyarakat pada tahun 1995 hingga sekarang yang makin dikenal dan dinanti,” imbuh Rully.

Kegiatan LIMANDA di berlangsung sejak pukul 03.00 pagi dan berakhir pada pukul 21.00 WIB malam.

Dengan udaranyanya yang segar dan dingin di Kota Batu, Jawa Timur, ditambah fasilitas pengasuhnya mendampingi ibadah, LIMANDA sering menjadi sasaran para guru dan sekolah untuk mengisi liburan dan mengajak murid-murid mereka.

Limanda4

“LIMANDA adalah ‘pondok liburan yang luar biasa, kami berterima kasih banyak kepada pengurus Pusdiklat, panitia, kakak pengasuh, karena anak-anak kami setelah mengikuti LIMANDA banyak perubahan terutama dari ruhani,” ungkap Ririn, pengajar di SMAN 2 Sidoarjo.

“Lokasinya mondoknya indah, sejuk,dingin, sehingga kegiatan terasa menyenangkan, inginnya tinggal selamanya di sini,” ujar Ratu Amaliah, peserta asal SD Plus Rahmat Kediri.*/Rahmatullah Rahman

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Senator Dewan Perwakilan Daerah Sulsel Dialog dengan Masyarakat

Senator Dewan Perwakilan Daerah Sulsel Dialog dengan Masyarakat

Gubernur NTB Harapkan Kota Jakarta dan Bandung Buka Wisata Halal

Gubernur NTB Harapkan Kota Jakarta dan Bandung Buka Wisata Halal

Sekularisasi dan Deislamisasi merupakan Tantangan Pengajaran Sejarah di Indonesia

Sekularisasi dan Deislamisasi merupakan Tantangan Pengajaran Sejarah di Indonesia

Tips Bentengi Anak dari LGBT dan Efek Negatif Gadget

Tips Bentengi Anak dari LGBT dan Efek Negatif Gadget

Armada Dakwah Memudahkan Mobilitas Dai di Yogyakarta

Armada Dakwah Memudahkan Mobilitas Dai di Yogyakarta

Baca Juga

Berita Lainnya