Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

10 Balita Menderita Gizi Buruk di PELKES Peringatan Hari Gizi Nasional

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Sabtu (07/3/2015), Tim Islamic Medical Service (IMS) Peduli mengadakan pelayanan kesehatan (Pelkes) untuk BALITA dan anak-anak di Kampung Leuweng Gede Desa Tenjo Bogor Jawa Barat.

Acara sosial kali ini diadakan di salah satu rumah warga yang secara sukarela menawarkan kepada Tim IMS agar rumah mereka di jadikan tempat acara.

Pelkes dalam rangka memperingati hari gizi nasional sangat disambut antusias warga terutama ibu-ibu yang memiliki BALITA (anak-anak ber usia 0-7 Tahun) serta masyarakat umum.

Acara Pelkes ini dimulai dari pukul 09.00 sampai 15.00 Wib tidak kurang sebanyak 165 BALITA dan masyarakat memanfaatkan acara sosial ini.Jadikan gambar sebaris

Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan BALITA, ibu-ibu diberikan penyuluhan kesehatan tentang gizi setelah itu semua BALITA dilakukan pemeriksaan yang diawali dengan timbang berat badan, tinggi badan serta pemeriksaan lainnya secara intensif, pemberian vitamin,pemberian obat-obatan serta bingkisan diantaranya bubur bayi.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 10 orang BALITA menderita gizi buruk dan sebagian besar lainnya mengalami berbagai penyakit seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) gatal-gatal, penyakit kulit dan lain-lain. Hal ini tentunya sagat mengejutkan Tim IMS karena banyaknya BALITA yang mengalami gizi buruk apalagi secara georafis daerah Tenjo Bogor tidak jauh dari pusat ibu kota Jakarta.

Dr.H.Saifuddin Hamid megatakan ada 10 BALITA mengalami gizi buruk. BALITA yang dinyatakan menderita gizi buruk dalam acara ini, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penaganan yang lebih intensif di rumah sakit terdekat.

Penderita gizi buruk di Kampung Leuweng Gede Desa Tenjo Bogor Jawa Barat disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin, polah hidup sehatnya sangat kurang dikarenakan fasilitas seperti MCK dan air bersihnya masih bermasalah.

“Ada 10 BALITA mengalami gizi buruk, semua BALITA itu harus kembali dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang lebih intensif dirumah sakit terdekat. Hal ini wajar dikarenakan BALITA di desa ini kelihatannya kekurangan asupan vitamin dan makanan bergizi serta pola hidup yang masih buruk serta fasilitas MCK dan air bersihnya masih bermasalah,”ujar dr. syaif dari IMS.

“Terimakasih atas diadakannya acara BAKSOS ini, sehingga kami bisa memeriksakan kesehatan anak-anak dan mendapatkan obat, vitamin dan bingkisan, semoga besok-besok acaranya bisa kembali diadakan dengan jumlah masyarakat yang lebih banyak. Jangan kapok ya dokter-dokter untuk ke sini BAKSOS,” ujar Ibu Nung salah seorang masyarakat yang memeriksakan anaknya.

Pada kesempatan ini IMS menurunkan sebanyak 15 orang Tim medis yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, apoteker beserta relawan IMS Peduli.

Ketua Tim Pelkes peringatan Hari Gizi Nasional kali ini diketuai oleh Dr. H. Saifuddin Hamid.

Sebagai informasi wilayah Tenjo Parung Panjang Bogor merupakan salah satu wilayah binaan IMS.

Sebelumnya, tahun lalu sebayak 10 Sekolah dasar dari kelas 1 sampai 6 yang berjumlah kurang lebih 1.500 siswa-siswi di wilayah tersebut saat dilakuan pemeriksaan  Tim IMS  dinilai rawan penyakit kecacingan.

Acara Pelkes terlaksana atas dukungan dari UPZ Permata Bank Syariah, ZIS Indosat, BMH serta DKM Pt. Otics Indonesia.

Acara serupa tidak hanya di laksanakan di wilayah Tenjo Bogor akan tetapi juga dilaksankan di wilayah Sentul Bogor, Perumpun Jatinegara Jakarta Timur serta Pulau Siberut Kepulauan Mentawai Sumatra Barat.*/Adli

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KH. Idrus Romli: Carilah Pemimpin yang Menyampaikan Aspirasi Ulama

KH. Idrus Romli: Carilah Pemimpin yang Menyampaikan Aspirasi Ulama

KAMMI buka “Posko Wakaf Jilbab Nasional” untuk Polwan

KAMMI buka “Posko Wakaf Jilbab Nasional” untuk Polwan

1.500 Anak Yatim dan Dhuafa Disantuni

1.500 Anak Yatim dan Dhuafa Disantuni

Gus Hamid Bahas Isu Pemikiran Islam Kontemporer di Depan Mahasiswa Indonesia di Pakistan

Gus Hamid Bahas Isu Pemikiran Islam Kontemporer di Depan Mahasiswa Indonesia di Pakistan

Pengamat: Pemuda Indonesia Perlu Miliki Kompetensi Ekonomi Global

Pengamat: Pemuda Indonesia Perlu Miliki Kompetensi Ekonomi Global

Baca Juga

Berita Lainnya