Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Merajut Jembatan Ukhwah dan Persatuan Umat Islam di Bali

Bagikan:

Hidayatullah.com—Tepat hari Ahad (04/01/2015 ), sehabis shalat Shubuh antusiasme kaum Muslimin Bali tak terhindarkan. Rasa haru Nampak terlihat seolah telah lama tak bersua saudara.
Memulai awal tahun 2015, umat Islam Bali menghadirkan Farid Ahmad Oqbah (FAO), sekalu pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat untuk bersilaturrahmia dengan umat Islam di Bali, tepatnya bedah buku “Hidup Hanya Sekali Jangan Salah Jalan” bertempat di Masjid Baitul Makmur Monang-Maning Kota Denpasar, Bali.

H. Bambang Santoso, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Provinsi Bali membuka kajian dengan memberi pengantar yang cukup membius para hadirin yang hadir pagi itu.

Acara ini, sekaligus menandari momen penguatan semangat persatuan umat Islam di Bali, yang menurut LIPI, jumlahnya mencapai 550.000 pendudu.

Mereka tersebar diberbagai wilayah; Buleleng, Klungkung, Karang Asem, Negara, Denpasar dan Badung.

Mengutip ayat 15 Surat Al-Hujurat, dalam paparannya FAO mengajak umat Islam tidak ragu-ragu membela agama Allah (Islam).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar,” ujarnya menguti Al-Quran.

Ustadz Farid, demikian sapaan akrabnya, juga menyinggung, letak kebahagiaan adalah karunia akan hati yang bersih (qolbun salim ) bukanlah pada banyaknya hiburan.

Betapa banyak orang yang hidup di antara gelak tawa, tapi hatinya gelisah tak bermakna.

“Letak kebahagiaan bukanlah pada banyaknya harta di genggaman kita. Betapa banyak orang yang berlimpah harta, tetapi hatinya didera putus asa. Letak kebahagiaan bukanlah pada popularitas. Betapa banyak orang yang justru kesulitan mencari privasi bersebab popularitasnya. Ia tertekan,” ujarnya.

Selain berbagi ilmu dan pengalamanya tentang Jejak kisah pencarian kebenaran yang dituliskan dalam buku tersebut, ia juga menjelaskan orientasi untuk menjadi pribadi Muslim sejati yang kaffah, visioner, terdepan dalam garda tubuh umat ialah bagaimana membentuk pribadi yang kuat, mampu menguatkan diri dan memberikan pengaruh positif terhadap orang lain serta lingkungan sekitarnya.

Beberapa tokoh Islam Bali ikut hadir. Nampak beberapa anggota Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali. Acara makin semarak ketika menyinggung masalah Syi`ah.

Menurutnya, Syi`ah” mulai masuk di kalangan muslimin Indonesia, harus diwaspadai sewaktu-waktu.

Menurut pemerhati masalah Syiah ini, berkembangnya Syi`ah di Indonesia, salah satunya karena adanya perhatian yang besar dari pemerintahan yang melalui jalur pendidikan kebudayaan dan keagamaan baik dalam maupun luar negeri.

Ia berpesan agar MUI bersama pemerintah kepada pemerintah RI untuk membatasi merebaknya Syi`ah yang bisa di sinyalir melalui kerjasama bilateral sebagai hubungan kenegaraan.*/Azmi Rabbani (Denpasar, Bali)

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pegiat IndonesiaTanpaJIL Memperingatkan Bahaya Nativisasi

Pegiat IndonesiaTanpaJIL Memperingatkan Bahaya Nativisasi

Banyak Pelanggaran Syariat, Jangan Cegah Kemunkaran dengan Cara Munkar

Banyak Pelanggaran Syariat, Jangan Cegah Kemunkaran dengan Cara Munkar

Habib Rizeq Beri Kuliah Umum Pelajar Indonesia di Yaman

Habib Rizeq Beri Kuliah Umum Pelajar Indonesia di Yaman

Elemen Muslim Solo Adakan Aksi di Depan Vihara

Elemen Muslim Solo Adakan Aksi di Depan Vihara

17 Mahasiswa Indonesia IIUI di Pakistan Diwisuda

17 Mahasiswa Indonesia IIUI di Pakistan Diwisuda

Baca Juga

Berita Lainnya