Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Gelar Pertemuan Ketiga, SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Tauhidullaah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Bertempat di Aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Kalibata, Jakarta Selatan, Hari Kamis, (25/9/2014), kegiatan perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali digelar.

Perkuliahan yang sudah memasuki pertemuan ketiga ini dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen Organisasi Lembaga Dakwah Kampus dan juga anggota komunitas #IndonesiaTanpaJIL.

Kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB dengan menghadirkan Akmal, M.Pd.I., penulis buku Islam Liberal 101, sebagai narasumbernya. Kali ini, materi yang dibawakan adalah seputar Tauhidullaah.

“Stephen Hawking, dalam buku The Grand Design karangannya, mengatakan bahwa Tuhan tidak ada dan segalanya adalah akibat dari gravitasi,” ucap Akmal saat mengawali perkuliahannya.

Stephen Hawking adalah seorang tokoh atheis yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Selain Hawking, banyak tokoh ateis yang bersusah payah mencoba membuktikan ketiadaan Tuhan.

Akan tetapi, sebagaimana dinyatakan oleh Akmal, “Jauh lebih sulit mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada ketimbang membuktikan bahwa Tuhan itu ada.”

Untuk membantu memahami peran signifikan tauhidullaah dalam kehidupan seorang Muslim, Akmal menjelaskan konsep Tuhan dari beberapa agama yang ada di dunia. Orang-orang ateis, meskipun mengaku tidak percaya adanya Tuhan, tapi kenyataannya sering sekali memikirkan dan membicarakan masalah Tuhan. Agama pagan Yunani kuno yang menyembah Zeus dan dewa-dewi dan kemudian menjadi kiblat para filsuf, Hindu dengan dewa-dewinya serta sistem kastanya, Kristen dengan konsep Trinitasnya yang rumit, dan kemudian baru diperbandingkan dengan Islam yang memiliki konsep Tauhidullaah.

Muhamad Irfan Nail, Kepsek SPI, merasa bersyukur bahwa para peserta masih bersemangat dalam mengikuti perkuliahan.

“Alhamdulillaah pada pertemuan ketiga ini para peserta masih sangat bersemangat untuk mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Kita pun semakin termotivasi untuk memiliki worldview yang benar.  Semoga tetap istiqamah di dalam mengikuti perkuliahan ini dan semakin banyak menghasilkan karya,” ujarnya di akhir acara.

Materi mengenai Konsep Tuhan ini pun diapresiasi oleh Yordan, peserta SPI asal Bogor. “Penjelasan dari Ustadz Akmal tadi membuka cakrawala kita semua. Islam mengajarkan pemahaman yang komprehensif tentang Allah Subhanahu Wata’ala tanpa didasarkan pada spekulasi filosofis. Ini penting, karena pemahaman manusia terhadap Tuhannya dapat menentukan worldview yang digunakan,” serunya dengan bersemangat.*/kiriman Tim SPI ITJ

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bacaan Al-Qur’annya Masih Kurang, Para Jamaah Masjid Ini Malu Jadi Imam

Bacaan Al-Qur’annya Masih Kurang, Para Jamaah Masjid Ini Malu Jadi Imam

Syabab Hidayatullah Malang Gelar Kajian Fiqih Qurban

Syabab Hidayatullah Malang Gelar Kajian Fiqih Qurban

Kader Hidayatullah di Mesir Tentukan Ketua Baru

Kader Hidayatullah di Mesir Tentukan Ketua Baru

Multaqo Ulama Se-Asia Tenggara jadi Ajang Berbagi Informasi Tantangan Dakwah

Multaqo Ulama Se-Asia Tenggara jadi Ajang Berbagi Informasi Tantangan Dakwah

Rasa Haru Pemulung – Tukang Ojek Dapat Bantuan Sembako dari Santri

Rasa Haru Pemulung – Tukang Ojek Dapat Bantuan Sembako dari Santri

Baca Juga

Berita Lainnya