Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Tiga Kategori Muslim di Amerika

Jawad Bayat dari Hartford Seminary, USA
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ada tiga kategori kaum Muslim yang tinggal di Amerika: isolasi, asimilasi, dan integrasi. Ketiga jenis kaum Muslim tersebut masing-masing memiliki tantangan yang berbeda.

“Kategori pertama isolasi, merujuk kepada kaum Muslim di Amerika di mana mereka hanya bergaul dengan sesama kaum Muslim dari negara asal mereka datang. Misal mereka datang dari Indonesia, kaum Muslim tersebut hanya bergaul dengan sesama kaum muslin yang berasal dari Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menjaga jarak dengan warga Amerika lainnya. Dengan kondisi demikian, mereka dapat dikatakan kelompok Muslim yang eksklusif. Tantangan yang mereka hadapi adalah pergaulan mereka sangat terbatas karena hanya mengenal dari kelompok yang berasal dari negara yang sama,” demikian disampaikan oleh Jawad Bayat dalam “Diskusi Islam in America” yang diselenggarakan oleh AIFIS (American Institute for Indonesian Studies),  di Masjid Rahmatan lil Alamin, Yogyakarta belum lama ini.

Kategori kaum Muslim yang kedua kata Jawad, adalah asimilasi.

Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan remaja dan muda lainnya. Mereka bergaul dengan kalangan remaja dan muda Amerika, bahkan mereka juga ikut pesta dan pergi ke diskotik sebagaimana yang dilakukan anak-anak muda Amerika. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah mereka cenderung meninggalkan kewajiban-kewajiban dalam Islam, seperti sholat.

Sedangkan kategori kaum Muslim yang ketiga adalah integrasi yang merujuk kepada kaum Muslim yang mampu bergaul dengan warga Amerika pada umumnya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim atau Muslimah.

Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan Muslim kelas menengah yang memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi yang baik.
Jawad Bayat adalah mahasiswa S2 di Hartford Seminary, Amerika. Dia merupakan generasi pertama yang lahir di Amerika dari keluarga Afganistan yang melakukan migrasi di Amerika pada tahun 1981 karena kondisi keamanan di Afganistan.

Diskusi yang dihadiri sekitar 70 peserta ini mendapat banyak respon. Salah satu peserta perempuan bertanya bagaimana kondisi kaum Muslimah di Amerika, apakah ada halangan dalam menggunakan jilbab. Jawad menjawab bahwa Amerika memberikan kebebasan kepada seluruh pemeluk agama termasuk Islam untuk menunjukkan identitas keagamaan.

Bahkan termasuk  untuk tidak menggunakan jilbab. Apabila ada seseorang atau kelompok yang memaksa kaum Muslimah untuk menggunakan jilbab, Muslimah tersebut dapat melapor kepada polisi dan polisi akan menangkap pihak yang melakukan pemaksaan tersebut.*/kiriman M Chozin,  AIFIS Communication  

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wakaf dan Zakat Dapat Mensejahterakan Kaum Muslimin

Wakaf dan Zakat Dapat Mensejahterakan Kaum Muslimin

Pesan Kemerdekaan dari #IndonesiaTanpaJIL

Pesan Kemerdekaan dari #IndonesiaTanpaJIL

PKS Akan Gelar Munas ke-4  di Depok Jawa Barat

PKS Akan Gelar Munas ke-4 di Depok Jawa Barat

Peduli Gaza, Ratusan Siswa Shalat Ghaib Bersama

Peduli Gaza, Ratusan Siswa Shalat Ghaib Bersama

Masjid Kebanggan Hidayatullah Masih Direnovasi

Masjid Kebanggan Hidayatullah Masih Direnovasi

Baca Juga

Berita Lainnya