Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

BMH adakan Tabligh Akbar bertema “Inspirasi Da’i Tangguh”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekitar seribu orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan memadati ruang yang cukup besar dan mewah di bilangan Sudirman Makasar. Acara yang diselenggarakan di Aula FR lantai empat Gedung Menara Bosowa, Makassar Ahad, 25 Mei 2014 itu tampak tak seperti biasanya.

Mereka mengenakan pakaian Muslim, khususnya untuk perempuan. Mengenakan jilbab besar dan tak sedikit berwarna putih.

Para tetamu yang tidak lain donator dan simpatisan Baitul Mal Hidayatullah (BMH) sengaja datang untuk menghadiri acara Tabligh Akbar menyambut Bulan Ramadhan.

Tabligh Akbar yang mengambil tema “Inspirasi Da’i Tangguh” itu menghadirkan dua narasumber yang tak asing lagi bagi masyarakat kota Angin Mamiri: Syeikh Ali Jaber, dan Ustadz Ir. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

Acara dimulai sekitar pukul 8.30 dengan diawali dua lagu yang dilantunkan oleh grup Nasyid Launun. Lagu yang dinyanyikan dengan suara cukup merdu oleh empat personil group nasyid muda dan cakep itu cukup memeriahkan suasana.

Ada juga dua tayangana video potret dai tangguh binaan BMH yang berada di Seko dan Pucak, Maros Sulsel.
Dalam video yang berdurasi beberapa menit itu ditayangkan betapa susahnya medan menuju ke Seko.

Jalan licin, berlumpur, berkelok-kelok, dan mendaki. Tak ada alat transportasi mobil ke sana. Hanya ada ojek. Harganya gila:sejuta lebih. Perjalanan pun dijamin bikin andrenalin naik. Seperti yang ada dalam video, tampak motor terjatuh, terjebak lumpur, dan beberapa kali harus didorong. Selain mengutus dai ke sini, BMH juga acapkali mengirim bantuan dan daging kurban.

Video kegiatan dai di Pucak, Maros juga tak kalah mendebarkan. Dai Ahmad Anshor yang juga pengasuh di Pondok  Tahfdiz Ummul Qura ini sehari-harinya membimbing santri menghafal al Quran. Tidak kenal lelah, dia membina santri mulai malam hari dengan mengajak bangun tahajjud hingga sore hari.

Kegiatan menghafal al Quran dan yang lainnya divisualisasikan secara apik dan menggugah tamu undangan. Bahkan, tampak ada yang menitikkan air mata. Alam pesantren yang indah membuat suasana pesantren nyaman dan indah di pandang. Pesantren terletak di pucak bukit dengan luas lahan sekitar 30 hektar.

Di sela-sela acara panitia juga beberapa kali memberikan doorprize kepada peserta. Doorprize yang disediakan adalah buku “Cahaya dari Madinah” yang ditulis oleh Syaikh Ali Jaber, sang narasumber. Kata Syaikh keturunan Madinah ini dia mewakafkan dua ribu bukunya yang dicetak Gramedia itu untuk BMH. Salah satu penerima hadiah adalah seorang peserta ibu-ibu yang telah mendedikasikan dirinya pada dakwah selama lebih dari 50 tahun.

Ramadhan Terakhir

Syeikh Ali Jaber mengatakan, bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan menjelang. Kedatangannya harus disambut dengan riang gembira dan niatan suci untuk beribadah sebulan penuh secara optimal. Umat Islam katanya, setiap kali berpuasa harus menganggap bahwa Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir. Bersebab tak ada yang tahu apakah Ramadhan depan masih hidup atau sudah mati.

Selain fokus beribadah di bulan puasa, pria yang kerapkali muncul di acara “Damai Indonesiaku” di stasiun TV One ini menganjurkan untuk meningkatkan kepedulian sosial pada sesama, terutama dalam hal sedekah. Syeikh yang telah dakwah keliling nusantara ini mengaku tidak pernah mengeluarkan zakat mal karena uangnya selalu disedekahkan.

“Seumur hidup saya tak mengeluarkan zakat. Karena saya tidak pernah simpan duit. Setiap kali dapat rezeki saya sedekahkan,” katanya pada jamaah.

Bersedekah tidak boleh ditunda-tunda. Setiap memiliki rezeki dibiasakan langsung dikeluarkan. Seperti Siti Aisyah, dia selalu bersedekah dengan harta terbaiknya. Bahkan, sebelum disedekahkan hartanya itu diberi wewangian. Tujuanya, kata Syaikh Ali Jaber, sebelum harta itu diterima fakir miskin, harta itu sudah sampai Allah dan dalam keadaan wangi.

Lebih dari itu, katanya, setiap harta yang disedekahkan tidak pernah habis. Selalu dilipatgandakan oleh Allah. Bahkan, harta sejati adalah harta yang disedekahkan bukan yang dikonsumsi sendiri. Karena itu, dia juga menyarankan agar umat Islam gemar bersedekah. Khususnya ketika di pagi hari. Sebab, pada waktu itu, para malaikat mendoakan agar Allah melipat gandakan rezeki orang yang bersedekah.

Sementara ustadz Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam ceramahnya mengajak umat Islam untuk meng-quranisasi keluarga.

“Jangan sampai para ibu justru sibuk main ke tetangga dan bikin gossip. Ibu-ibu harus memanfaatkan waktu kosong untuk mengajarkan anak-anaknya mengaji,” ujar Amir Komite Perjuangan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) ini.

Selain Tabligh Akbar, di penghujung acara juga diselenggarakan pengumpulan dana. Dana tersebut rencananya untuk kebutuhan dakwah dan pendidikan.*/Kiriman elKayyis Abdullah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gandeng LBH, STIS Ingin Mahasiswa Berperan di Bidang Advokasi

Gandeng LBH, STIS Ingin Mahasiswa Berperan di Bidang Advokasi

17 Posko Bencana Banjir RZ Bantu 6000 Korban

17 Posko Bencana Banjir RZ Bantu 6000 Korban

MUI Gelar Pelatihan Advokasi Sengketa Ekonomi Syariah

MUI Gelar Pelatihan Advokasi Sengketa Ekonomi Syariah

Irsyad Fadlurrahman Santri Favorit 2013

Irsyad Fadlurrahman Santri Favorit 2013

Cak Nun Berharap MUI Kembali Seperti Era Soeharto

Cak Nun Berharap MUI Kembali Seperti Era Soeharto

Baca Juga

Berita Lainnya