Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Berita dari Anda

Gubernur DIY: Ahlan Wa Sahlan MIUMI DIY!

Kiblat
Deklarasi MIUMI DIY.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowono X,  menyambut baik kehadiran Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Yogyakarta.

“Selamat datang, Ahlan Wa Sahlan, Sugeng Rawuh di DIY,” sambut Sultan  dalam peresmian  MIUMI DIY, seperti dibacakan Drs. Sulistiyo, SH, CN, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra,  di Gedung PDHI, belum lama ini.

Dalam sambutannya, Gubernur DIY berharap MIUMI DIY dapat berkontribusi bagi dakwah Islam di Yogyakarta. Sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kehadiran MIUMI diharapkan dapat  mengoptimalkan peran ulama dan membantu otoritas keulamaan, sehingga lembaga-lembaga keagamaan lain yang sebelumnya telah lebih dahulu eksis, dapat terbantu perjuangannya. Kami juga berharap, lembaga ini dapat menampilkan watak Islam yang sesungguhnya, sebagai agama kasih sayang, cinta damai, berorientasi kemajuan dan masa depan,” pesan Sri Sultan.

Dalam orasinya yang berjudul “Memerdekakan Ummat dengan Persaudaraan”, Ketua MIUMI DIY, Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., MA,  mengingatkan tentang  perasaan rendah diri akut yang  masih menjangkiti umat Islam, termasuk para cendekiawannya.

“Banyak Cendekiawan Islam yang merasa rendah diri dengan Islamnya, sehingga tanpa kritis menerima nilai-nilai dan wacana Barat lantas menelannya mentah-mentah. Padahal, nilai-nilai itu tidak lepas dari bias pengalaman Barat yang menganggap dirinya superior dari peradaban yang lain,” ujar Ustadz Ridwan Hamidi.

“Hari ini, lebih dari 1,6 Milyar penduduk dunia beragama Islam. Lebih dari 60%-nya berada di Asia Pasifik, dan itu mayoritas menghuni sebuah negeri yang bernama Indonesia, yang diperjuangkan dengan jihad para Ulama. Sayang, kemerdekaan politik yang diraih pada tahun 1945 itu belum sepenuhnya mengenyahkan keminderan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduknya,” tambahnya.

Keminderan ini melahirkan problematika multidimensi, berupa krisis akidah dan akhlak, kelemahan ilmu dan kerancuan pola pikir, serta merosotnya otoritas ulama dan kepemimpinan umat dan bangsa.

“MIUMI hadir untuk menjawab tantangan zaman ini. Untuk memperjuangkan kokohnya akidah, meningkatkan ilmu pengetahuan dan membangun persatuan umat dan bangsa, melalui revitalisasi lembaga dan penyatuan potensi intelektual dan keulamaan,” tegas Ustadz Ridwan Hamidi.

Secara khusus, Ketua MIUMI DIY menyatakan bahwa lembaga ini akan bekerja untuk masyarakat DIY dengan semangat bersatunya hati dan saling memahaminya para intelektual dan ulama.

“Walaupun mungkin ada perbedaan di sana sini, tentu selama bukan perbedaan yang mendasar dalam persoalan aqidah,” ujarnya. MIUMI DIY InsyaAllah juga akan bekerja dengan konteks keistimewaan Yogyakarta dan kemajemukannya. Sejarah panjang DIY memang tidak bisa terlepas dari peran para ulama di tengah masyarakat.

Pengurus MIUMI DIY periode 2014-2013 dalam kesempatan tersebut dilantik langsung oleh Sekjen MIUMI Pusat, Bahtiar Nasir Lc,MM.  Berbagai tokoh dari kalangan pejabat Pemrov DIY, Kemenag DIY, Polda DIY, MUI, para tokoh ulama hingga pimpinan Ormas Islam dan organisasi pemuda menghadiri peresmian MIUMI tersebut.

Para tokoh yang memberikan sambutannya antara lain :  Sekretaris  MUI DIY, Ahmad Muhsin Kamaluddiningrat, Kepala Kemenag DIY, Kapolda DIY yang diwakili oleh AKBP. Drs. H. Zainal Arifin, SH, Sst Mk, Kabag Bin Opsnal Ditbinmas POLDA DIY, dan beberapa  sesepuh ulama DIY. Para tokoh  mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran MIUMI DIY yang diharapkan dapat bersinergi memperjuangkan Islam di Yogyakarta.*/Kiriman Riza Azra

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kurban Pembaca Hidayatullah.com Diterima Muallaf dan Muslim Minahasa

Kurban Pembaca Hidayatullah.com Diterima Muallaf dan Muslim Minahasa

Tahun Baru Islam adalah Sejarah dalam Peradaban Dunia

Tahun Baru Islam adalah Sejarah dalam Peradaban Dunia

Al-Bahjah Cirebon Gelar Muhasabah Pergantian Tahun Baru Islam

Al-Bahjah Cirebon Gelar Muhasabah Pergantian Tahun Baru Islam

Mengunjungi Muslim Amerika

Mengunjungi Muslim Amerika

80 Mahasiswa Indonesia di Mesir Hafalkan Matan Fikih Syafi’i

80 Mahasiswa Indonesia di Mesir Hafalkan Matan Fikih Syafi’i

Baca Juga

Berita Lainnya