Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Shalat Jum’at Pertama di Pengungsian Kampung Pulo

Imam
Shalat Jumat darurat pengungi Kampung Pulo, Jaktim
Bagikan:

Hidayatullah.com—Jumat siang (24/01/2014), sebanyak 150 jama’ah yang terdiri dari korban bencana banjir, aparat TNI-Polri, dan relawan khusyuk mengikuti pelaksanaan shalat Jum’at di Pengungsian Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Shalat Jumat dilaksanakan di secara darurat di musholla yang terletak di lantai dua bangunan ruko yang belum selesai.

Ibadah shalat Jumat yang diselenggarakan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) siang tadi merupakan shalat Jum’at pertama di pengungsian korban banjir Kampung Pulo Jakarta.

BMH sengaja memfasilitasi warga untuk pelaksanaan shalat Jum’at ini dengan harapan para pengungsi tidak larut dalam duka karena bencana lalu lupa untuk bertaqarrub kepada Allah Ta’ala.

“Kebutuhan spiritual para pengungsi sebenarnya tidak bisa dinomorduakan. Apalagi dalam kondisi tertimpa bencana. Kedekatan kita kepada Allah harus semakin ditingkatkan. Jadi selain materi, sejatinya pengungsi juga butuh bisa melakukan ibadah dengan baik,” ujar Rama Wijaya Humas BMH Pusat.

“Apalagi, banjir tahun ini sudah memaksa warga mengungsi selama tiga minggu. Dan sepanjang waktu tersebut warga tidak bisa mencari nafkah. Jelas, spiritual mereka harus diperhatikan sembari kita tetap menyalurkan kebutuhan logistik,” imbuhnya.

Sarmada (59 thn) salah seorang pengungsi Kampung Pulo mengatakan pelaksanaan shalat Jumat ini membangkitkan kebersamaan dan meningkatkan solidaritas sesama pengungsi.

“Shalat Jum’at memudahkan kita untuk shalat berjama’ah, sehingga bisa lebih membangun kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat di Kampung Pulo, Sahid menyampaikan ucapan terimakasih kepada BMH yang telah membantu warga korban banjir untuk bisa shalat Jum’at.

“Terimakasih kepada BMH yang telah memfasilitasi warga untuk bisa shalat Jum’at,” katanya.

Nikmat Allah Jauh Lebih Besar

Dalam shalat Jum’at tersebut, BMH menghadirkan da’i dari Jaringan Dai Nusantara, Pos Dai, Ustad Ahmad Suhail. Dalam khutbahnya, Ustad Suhail mengatakan bahwa kita masih harus bersyukur meski berada dalam bencana.

“Kita masih sangat bersyukur meskipun kita dalam kondisi yang terkena bencana. Karena kenikmatan yang Allah berikan itu lebih banyak daripada musibah yang menimpa kita,” paparnya.

“Saat pikiran kita sehat, jiwa kita sehat, maka kita masih akan mampu menghadapi segala macam bentuk persoalan yang memberatkan,” imbuhnya.

“Kesehatan ruhani merupakan karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita. Untuk itu, biarlah kita kehilangan sedikit harta benda asal jangan iman dan takwa kita yang merupakn nutrisi paling penting bagi kesehatan ruhani kita semua,” paparnya.*/Kiriman Abu Ilmia

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

LBH Hidayatullah Apresiasi Emak-Emak Milenial Kawal Pembebasan Remaja Masjid

LBH Hidayatullah Apresiasi Emak-Emak Milenial Kawal Pembebasan Remaja Masjid

Rakerwil  PEMHIDA Jatim Bertekad Lahirkan Jurnalis Pemuda Muslim

Rakerwil PEMHIDA Jatim Bertekad Lahirkan Jurnalis Pemuda Muslim

Pesantren adalah Basis Keilmuan dan Pertahanan Umat Islam di Indonesia

Pesantren adalah Basis Keilmuan dan Pertahanan Umat Islam di Indonesia

Kunjungi Madinah, ‘Menlu’ Hidayatullah Ingatkan Mahasiswa Tak Tinggalkan Tahajud

Kunjungi Madinah, ‘Menlu’ Hidayatullah Ingatkan Mahasiswa Tak Tinggalkan Tahajud

Ratusan Ribu Warga Turki Hadiri Solidaritas untuk Masjidil Aqsha dan Muslimin Dunia

Ratusan Ribu Warga Turki Hadiri Solidaritas untuk Masjidil Aqsha dan Muslimin Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya