Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Pantai Aceh jadi Ajang Maksiat, FPI Bentuk Laskar Peduli

tribunnews
Wisata Pantai Aceh
Bagikan:

Hidayatullah.com—Guna mengantipasi kelesuan pelaksanaan syariat Islam yang tidak tersentuh di pantai  dan sejumlah objek  wisata, Rabu (11/12/13), Remaja Masjid Lhoknga bekerjasama dengan Front Pembela Islam (FPI) Aceh  bentuk Laskar  Peduli  Islam (LPI) di Mesjid Al-Islah Lhoknga Aceh Besar.

 “Tujuan pembentukan Laskar  Peduli  Islam (LPI)  bukan untuk menghambat wisatawan dan para pelancong. Namun perlu penertiban secara islami,”demikian sambautan Dewan Pembina FPI Aceh, Tgk Yusuf al-Qardhawi.

Menurut Yusuf, langkah ini perlu dilakukan karena selama ini di sejumlah pantai yang berada dalam kecamatan Lhoknga sering sekali dijadikan tempat maksiat para muda-mudi di hari-hari libur.

Kendatipun sudah menjadi rahasia umum pantai menjadi sarang maksiat , pemerintah dinilai FPI masih diam tidak memberikan aturan yang tegas.

Tanpa Kekerasan

Tgk Yusuf Qardhwi  memengingatkan pendirian antisipasi maksiat ini tanpa kekerasan.

“Laskar  Peduli  Islam (LPI) yang baru dibentuk agar tidak mengedepankan kekerasan namun mesti melakukan pendekatan persuasif yang wajib ditempuh. Prosudur itu antara lain, menyurati Pemerintah dan  pihak berwenang dengan surat yang sudah ditangani oleh tokoh masyarakat bahwa tempat yang dimaksud sudah melanggar dari aturan yang berlaku. Jika ini tetap tidak ada hasil maka Laskar  Peduli  Islam (LPI) dibolehkan menegur pemilik warung dan caffe secara santun. Bila belum diindahkan baru kita serahkan kepada kebijakan warga.”

Khalil Alamsyah,   salah satu anggota LPI berharap kepada pemerintah  segera membentuk  peraturan untuk wisatawan yang berkunjung ke Aceh agar menghormati serta  menghargai Syariat Islam dan  kearifan lokal.

Seperti mandi ditempat terbuka hanya memakai pakaian renang bagi wanita.

Sementara itu, Tgk Abdul Wahid, Koodinator LPI merencakan pengawasan ketat menjelang Natal dan Tahun Baru, bahkan jika diperlukan Pantai Lhoknga dan Lam Puuk ditutup jika Pemerintah tidak mampu menertibkan pengunjung bebas dari berbuat maksiat.

Turu hadir dalam acara pembentukan ini  sejumlah pengurus DPD dan DPW FPI Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla (Jubir DPD FPI Aceh), Tgk Muhammad Fajri (Ketua DPW FPI Aceh Besar), Tgk Abu Bakar (Ketua DPW FPI Banda Aceh) dan sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat.*/dikirim Tgk Mustafa Husen, Jubir DPD FPI Aceh

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Raih Master  di King Saud Usai Teliti  ‘Politik Islam’

Mahasiswa Indonesia Raih Master di King Saud Usai Teliti ‘Politik Islam’

BMH Ekspansi Dakwah di Luwuk Sulteng

BMH Ekspansi Dakwah di Luwuk Sulteng

PPI Libanon Selenggarakan Diskusi Kebangsaan bersama Menpora RI

PPI Libanon Selenggarakan Diskusi Kebangsaan bersama Menpora RI

Mengurus Dakwah Butuh Kerja Keras dan Keyakinan Kuat

Mengurus Dakwah Butuh Kerja Keras dan Keyakinan Kuat

Raker Gabungan PD Hidayatullah Kepulauan Riau

Raker Gabungan PD Hidayatullah Kepulauan Riau

Baca Juga

Berita Lainnya