Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Kapal Perang Tercanggih di Indonesia Labuh di Mesir

KRI Sultan Hasanuddin-366 telah menerima penghargaan dari angkatan bersenjata Lebanon (LAF-Navy)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sabtu dini hari (15/12/2012) Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri) di Mesir, Teuku Darmawan, didampingi Atase Pertahanan RI Kairo, Kol. Mar. Ipung Purwadi, beserta beberapa staf KBRI Kairo, melepas keberangkatan KRI Sultan Hasanuddin-366 yang berlabuh di Port Said, Mesir dalam perjalanan menuju tanah air setelah menjalankan misi perdamaian dunia bersama Maritime Task Force/United Nations Interim Force In Lebanon (MTF/UNIFIL) di bawah bendera PBB.

Dalam perjalanannya, setelah meninggalkan Port Said Mesir, KRI Sultan Hasanuddin di bawah komando Letkol Laut (P) Dato Rusman akan menempuh rute menuju Jeddah, Salalah, Colombo, Belawan, Jakarta, dan berakhir di Surabaya. Perjalanan tersebut akan ditempuh kira-kira selama satu bulan.

Dalam kesempatan saat bertemu dengan komandan dan perwira kapal, Wakeppri menyampaikan rasa bangga atas peran KRI beserta awak kapalnya yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia serta secara aktif menjalankan  amanat UUD 45 dalam turut aktif menciptakan perdamaian dunia.

https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=7ef244bf86&view=att&th=13ba3047e535b307&attid=0.2&disp=inline&realattid=f_haryrdq41&safe=1&zw&saduie=AG9B_P-E1OndFfRI5bj88FXZmWzB&sadet=1355695457993&sads=Mpjy5D40sD6hHElB2NftOzH6FcE

Sementara itu, Atase Pertahanan RI Kairo, Kol. Mar. Ipung Purwadi, dalam menekankan bahwa kesempatan yang diperoleh awak kapal selama penugasan yang berada di pusat terjadinya berbagai konfilk di dunia hendaknya menjadi sarana untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Kol. Mar. Ipung juga berpesan untuk senantiasa menjaga kekompakan Tim baik ketika masih bertugas maupun nantinya setelah Tim bubarkan di akhir penugasan.

KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan satu dari empat kapal jenis Sigma yang dibeli oleh Pemri pada tahun 2007 dari Belanda seharga 2,4 triliun.

Dalam mengemban misi sebagai sebagai Satgas Kontinegn Garuda XXIII-D MTF UNIFIL yang berlangsung dari bulan Juni – 12 Desember 2012, KRI SHN-366 diawaki oleh 105 orang. Saat berada di Port Said tersebut terlihat bahwa semua awak kapal dalam keadaan prima dan seluruh material kapal dalam kondisi yang baik dan lengkap.

Selama penugasan ini, KRI Sultan Hasanuddin-366 telah menerima penghargaan dari angkatan bersenjata Lebanon (LAF-Navy) dan juga penghargaan berupa Certificate of Appreciation dari PBB yang diserahkan oleh Force Commander and Head of Mission of the UNIFIL  Major General Paolo Serra yang diterima oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 di Markas UNIFIL, Naqoura tanggal 26 Nopember lalu dan Certificate of Appreciation dari MTF Commander.

Selain itu, KRI Sultan Hasanuddin-366 juga mendapatkan penilaian Outstanding Performance dari MTF Commander atas dedikasi dan kontribusinya dalam turut mewujudkan Mandat PBB 1701 dan 2604.*/M Nur Salim, Mesir

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dewan Da’wah Aceh Siapkan Kader Dai Perbatasan

Dewan Da’wah Aceh Siapkan Kader Dai Perbatasan

PAHAM Hadiri Konferensi Internasional Tentang Agresi Israel di Gaza

PAHAM Hadiri Konferensi Internasional Tentang Agresi Israel di Gaza

99 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Universitas Al Ahgaff Yaman

99 Mahasiswa Indonesia Diwisuda di Universitas Al Ahgaff Yaman

UNS Jadi Tuan Rumah Rapimnas III FSLDK Indonesia

UNS Jadi Tuan Rumah Rapimnas III FSLDK Indonesia

Gelar Pertemuan Ketiga, SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Tauhidullaah

Gelar Pertemuan Ketiga, SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Tauhidullaah

Baca Juga

Berita Lainnya