Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Berita dari Anda

Akhirnya, Masjid Pertama di Kumamoto Terwujud

Bagikan:

Hidayatullah.com–Alhamdulillah, Masjid pertama di Kumamoto akhirnya terwujud,” begitulah email ucapan syukur Ketua PPI Kumamoto, Raden Darmawan yang dikirim ke beberapa milis menandai kebahagiaan masyarakat Muslim Kumamoto. Kini, penantian hadirnya masjid sejak bertahun-tahun itu akhirnya tercapai.

Masyarakat Muslim Kumamoto yang tergabung dalam organisasi Kumamoto Islamic Center (KIC) memiliki anggota sekitar 200 orang, dengan komposisi setengahnya adalah Warga Negara Indonesia baik pelajar maupun mahasiswa. KIC juga terdiri dari warga Jepang asli sejumlah 18 orang (7 dewasa, 11 anak), sementara sisanya berasal dari berbagai bangsa, terutama dari timur tengah dan asia selatan.

Pembelian bangunan yang selanjutnya akan diubah menjadi Masjid Kumamoto menghadapi jalan berliku. Bangunan yang dibeli adalah bangunan jadi berlantai 3 yang dilelang oleh pengadilan, karena pemilik lama bangkrut.

Panitia pengadaan masjid, memiliki beberapa alasan untuk tidak membeli tanah dan membangun masjid, sebagaimana kebiasaan masyarakat muslim di tempat lainnya.

Alasan membeli bangunan yang sudah jadi, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Marlo Siswahyu, perwakilan Indonesia di kepanitiaan pengadaan masjid, diantaranya adalah sulitnya mendapatkan tanah di Kumamoto, bangunan yang dilelang dekat dengan kampus (hanya berjarak 150m), akses yang mudah dengan angkutan umum, serta harga yang sangat murah.

Setelah mengikuti lelang pada 28 Februari-6 Maret, akhirnya KIC dinyatakan menang dan berhak menguasai tanah seluas 352,33 m2 dan bangunan seluas 533,52 m2 ini. Namun, kewajiban untuk melunasi biaya sebesar 20 juta yen per 20 april menjadi tantangan sendiri bagi KIC dan masyarakat muslim disekitarnya.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh anggota KIC di Kumamoto, alumnus KIC di berbagai negara termasuk Indonesia, dan penggalangan dana ke masjid masjid di seluruh jepang dilakukan oleh panitia, siang dan malam.

“Penggalangan dana akan berakhir dengan dua kesimpulan: Kumamoto memiliki masjid pertamanya atau kesempatan memiliki masjid itu akan hilang bersamaan dengan uang jaminan 6 juta yen,” ujar Darmawan melalui surat elektronik.

Sebelum memiliki masjid, KIC telah memiliki akivitas rutin seperti sholat berjamaah (5 waktu), Jumatan, pengajian setiap Sabtu (pria) dan setiap Ahad (wanita), seminar keislaman dua kali setahun di Kumamoto International Center, iftar dan tarawih (Ramadhan), serta trip.

Bahkan dulu, semua aktivitas diselenggarakan dengan menyewa tempat, baik di kampus maupun lainnya dengan cara berpindah-pindah, bahkan untuk jumatan dipisah di dua tempat, di Kumamoto Univ. Kampus Kurokami dan Kumamoto Univ. Kampus Honjo. Dan kini, penantian itu terlunasi.*/LM Jaelani

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Rayakan Kelulusan Tanpa Corat-coret, Siswi Naik Jembatan Gantung di Hutan

Rayakan Kelulusan Tanpa Corat-coret, Siswi Naik Jembatan Gantung di Hutan

Bersama TKI, Muhammadiyah Malaysia Kurban 9 Sapi, 5 Kambing

Bersama TKI, Muhammadiyah Malaysia Kurban 9 Sapi, 5 Kambing

Pemerintah Aceh Perlu Bangun Kerjasama Serius dengan Malaysia

Pemerintah Aceh Perlu Bangun Kerjasama Serius dengan Malaysia

Peminat Membludak, Pendaftaran Kajian 111 Tahun Buya Hamka Sudah Ditutup

Peminat Membludak, Pendaftaran Kajian 111 Tahun Buya Hamka Sudah Ditutup

Semarak Pawai sambut Ramadhan Lembaga Dakwah UI

Semarak Pawai sambut Ramadhan Lembaga Dakwah UI

Baca Juga

Berita Lainnya