Ikhtiar Hadirkan Pesantren Al-Qur’an di Sembalun

Berharap Sembalun tak kehilangan jati dirinya sebagai kawasan yang dulu dikenal dengan semarak keislamanannya. Namun, kini pelan-pelan memudar.

Ikhtiar Hadirkan Pesantren Al-Qur’an di Sembalun
Istimewa
Desa Sembalun di kaki Gunung Rinjani, NTB

Terkait

SEBAGAI salah satu kawasan berkembang yang terkenal dengan Rinjani-nya sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia, Sembalun layaknya menjadi “patahan surga” dengan kemolekan panoramanya.

Namun, di tengah geliat di kawasan baru berkembang ini, ada pula keresahan yang menggelayuti. Setidaknya itulah yang dirasakan Ustadz Abdul Rahman.

Pemangku adat Desa Sembalun, di kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berharap Sembalun tak kehilangan jatidirinya sebagai kawasan yang dulu dikenal dengan semarak keislamanannya. Namun, kini pelan-pelan memudar.

“Seiring Sembalun maju pesat yang sudah beberapa kali dapat gelar internasional, namun bersamaan dengan hal tersebut generasi muda kita kondisinya memprihatinkan,” kata Abdul Rahman dalam obrolan dengan tim Posdai beberapa waktu lalu.

Pada tahun 2016 lalu Desa Sembalun meraih gelar World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi, UEA.

Sembalun hari ini pun kian molek. Kata Rahman, tanah-tanah di Desa Sembalun mulai dilirik oleh pemilik modal khususnya lingkaran korporasi dimana lokasi ini sebagai kawasan wisata baru berkembang. Tak pelak, orang-orang Sembalun menjual lahannya dan sedikit demi sedikit pergi meninggalkan desa.

Dalam rangka terus menjaga warisan Islam serta menghidupkan kegiatan dakwah di kawasan Sembalun, Ketua Kemangkuan Adat Sembalun ini menggandeng Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) untuk membuka Pesantren Tahfidzul Qur’an di desa ini, guna melahirkan dai yang diharapkan kelak menjadi banteng umat di daerah rawan pendangkalan aqidah ini.

Niat saja tidak cukup. Perlu adanya konsolidasi bersama sebab pembangunan pondok pesantren Al Quran ini terhalang oleh upaya penguasaan dari pihak-pihak tertentu. Lahan tanah bekas pertanian itu pulalah yang kini terus diperjuangkan Ustadz Rahman agar jangan sampai jatuh ke tangan yang salah. Pasalnya, tanah seluas 15.000m² persegi tersebut sudah berkali-kali ingin dikuasai oleh sejumlah pihak termasuk beberapa korporasi yang datang menawar, namun Rahman terus bertahan.

Di waktu yang sama, Ustadz Rahman menghadapi dilema yang tak kalah berat. Ia masih memiliki tanggungan yang harus dilunasi kepada salah satu ventura (lembaga peminjaman) di NTB karena pernah meminjam dana sebesar 50 juta pada tahun 1995 untuk usaha kelompok tani di lahan itu. Nahasnya, proyek perkebunan tersebut gagal pasar. Kelompok taninya bubar, tak ada yang membantu. Rahman tinggal sendirian.

Tak lama usai terjadi bencana gempa yang melanda Lombok pada pekan pertama 6,4 SR hari Ahad (29/08/2018), ventura tersebut memanfaatkan kesempatan di tengah situasi Sembalun yang sebagian besar masih luluh lantak. Dalam kondisi seperti itu, tentu semua orang butuh duit. Ventura itu datang menagih dan mendesak agar tanah tersebut sebagai gantinya.

Keruan saja Rahman kelimpungan. Di waktu yang sama ia tak punya uang. Namun ia tetap bersikeras tak akan melepas tanah yang sudah diniatkan akan dijadikan pondok pesantren Al Quran itu.

“Kita sangat keras untuk tidak menjualnya karena kita akan manfaatkan untuk dakwah,” kata Ustadz Rahman.

Semoga dengan melalui sinergi pengembangan dakwah bersama Posdai dengan mendirikan Pesantren Tahfidzul Quran di atas tanah Desa Sembalun tersebut, akan semakin menyemarakkan dakwah dan aktivitas keislaman di Sembalun yang kini mulai mulai marak praktik sinkretisme.

Agar dapat dimulainya pembangunan pesantren Al-Qur’an ini, dibutuhkan biaya sebesar Rp 70 juta untuk melunasi utang yang tertunggak di ventura.

Donasi Anda mendukung pengembangan dakwah dan kiprah dai di berbagai daerah untuk kesinambungan peran membangun umat dan menegakkan peradaban bangsa.

Salurkan donasi terbaik Anda ke Bank Syariah Mandiri 7116026133 dan Bank BNI Syariah 5550044331, Rekening Atas Nama Yayasan Dakwah Hidayatullah Pusat Jakarta.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !