Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Filantropi

Kunjungi Dayah Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar, Sandiaga Dorong Santri Digitalpreneur

hidayatullah aceh
Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Dayah Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar dan menyempatkan waktu menyapa santri sekaligus shalat Magrib berjamaah. Yayasan al Ikhlas Hidayatullah berlokasi di Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (19/10/2021).

Sandiaga diterima langsung di kantor yayasan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Aceh Muhammad Chofadz, pimpinan Dayah Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Aceh Ahmad Syakir beserta jajarannya. Turut juga dalam penyambutan ini, Geuchik (kepala desa) Gampong (kampung) Nusa Muhammad Yasin.

Dalam kesempatan berdialog dengan santri, Sandiaga berharap santri untuk terus turut menjadi bagian dari program Santri Digitalpreneur dan mendorong beradaptasi sesuai perkembangan zaman khususnya digital. “Sangat bisa dan ditunggu pada pendaftaran berikutnya, mudah mudahan dari Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar bisa berpartisipasi ikut programnya dan ikut terbang ke Jakarta,” kata Sandiaga dalam dialog bersama santri yang menanyakan mengenai kepesertaan Santri Digitalpreneur.

Program terobosan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri ini ditujukan bagi peningkatan kapasitas santri dalam menghadapi tantangan industri dunia kreatif.  Sandiaga juga memotivasi santri untuk selalu semangat dan disiplin.

Ia membagikan kiat suksesnya sebagai pengusaha dengan puluhan ribu karyawan. Ia memberikan tips yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. “Priotitas utama adalah ibadah,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan Dayah Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Aceh Besar Ustad Ahmad Syakir meyampaikan terimakasih kepada Sandiaga telah meluangkan waktunya datang disela kunjungan dinasnya ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.  Ustad Syakir menyebutkan, pondok ini telah berdiri sejak tahun 1998 dan ketika terjadi mega tsunami 2004 pesantren ini menjadi kamp pengungsian warga terdampak tsunami. Kini pondok mengasuh 105 santri penghafal Al-Qur’an.

“Tidak saja didik dari Aliyah, namun juga dipersiapkan menempuh studi lebih lanjut dan setelah mereka selesai kembali untuk membangun kampung halamannya,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

motor untuk dai pedalaman

Amanah Donatur, BMH Salurkan 6 Motor untuk Dai Pedalaman

BMH Wisuda 26 Santri Sekolah Pemimpin

BMH Wisuda 26 Santri Sekolah Pemimpin

asuransi ikhtiar wakaf

Gandeng Baitul Wakaf, AsKy Luncurkan Asuransi Ikhtiar Wakaf

Atasi Keterbatasan Air, BMH Bangun Sumur Bor Ke-3 di Pesantren Tahfidz Kendari

Atasi Keterbatasan Air, BMH Bangun Sumur Bor Ke-3 di Pesantren Tahfidz Kendari

Muslim Jatim Salurkan Bantuan untuk Palestina Lewat Laznas BMH

Muslim Jatim Salurkan Bantuan untuk Palestina Lewat Laznas BMH

Baca Juga

Berita Lainnya