Selasa, 30 November 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Artikel

Kisah Sahabat Nabi yang Jari-jarinya Memancarkan Cahaya

kisah sahabat nabi
Bagikan:

Hidayatullah.com | Seorang sahabat Nabi ﷺ Hamzah bin ‘Amr berkata:

كُنَّا معَ النبيِّ صلى اللَّه عليه وسلم في سَفَرٍ، فَتَفَرَّقْنا في لَيْلةٍ ‌ظَلْماءَ ‌دُحْمُسَةٍ، فأَضاءَتْ أَصابِعي حَتَّى جَمَعوا عَليْها ظَهْرَهم وما هَلَكَ مِنْهُمْ، وإِنَّ أَصابِعي لَتُنِيرُ

“Kami bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan. Kemudian kami berpisah di malam yang sangat gelap. Tiba-tiba jari-jari saya bersinar sehingga mereka bisa berkumpul kembali dan mengambil barang-barang yang jatuh. Memang, jari-jari saya memancarkan cahaya.”

Kisah sahabat Nabi ini dikutip dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari (w. 256 H) dalam al-Tarikh al-Kabir. Beliau mengutip sanad sebagai berikut:

قالَ أَحْمدُ بنُ حَجَّاجٍ: أخبرَنا سُفيانُ بنُ حَمْزةَ عَن كَثيرِ بنِ زَيدٍ عن مُحمَّدِ بنِ حَمْزةَ الأسْلَميِّ عن أبيهِ قالَ: كُنَّا معَ النبيِّ صلى اللَّه عليه وسلم في سَفَرٍ

Ahmad Bin Hajjaj berkata: Sufyan bin Hamzah telah memberitahu kami, dia meriwayatkan dari Kathir bin Zaid dari Muhammad bin Hamzah al-Aslami dari ayahnya. Hamzah berkata: Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan…”

Dalam riwayat lain merinci peristiwa yang terjadi tak lama setelah Perang Tabuk. Diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Dia mengutip sanad dan lafadz sebagai berikut:

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ: قَالَ حَمْزَةُ بْنُ عَمْرٍو: ‌لَمَّا ‌كُنَّا ‌بِتَبُوكَ ‌وَانْفَرَّ ‌الْمُنَافِقُونَ ‌بِنَاقَةِ ‌رَسُولِ ‌اللَّهِ صلّى الله عليه وسلم فِي الْعَقَبَةِ حَتَّى سَقَطَ بَعْضُ مَتَاعِ رَحْلِهِ، قَالَ حَمْزَةُ: فَنَوَّرَ لِي فِي أَصَابِعِي الْخَمْسِ فَأُضِيءُ حَتَّى جَعَلْتُ أَلْقُطُ مَا شَذَّ مِنَ الْمَتَاعِ السَّوْطَ وَالْحِبَاءَ وَأَشْبَاهَ ذَلِكَ

“Muhammad bin Umar berkata: Hamzah bin ‘Amr berkata: Ketika kami berada di Tabuk, orang-orang munafik menyebabkan unta Nabi SAW melarikan diri saat berada di Aqabah hingga sebagian kebutuhannya jatuh. Hamzah berkata: Kemudian ada cahaya di lima jariku dan menerangi daerah itu sampai aku mulai mengumpulkan apa yang jatuh dari unta Baginda berupa pemberian, barang dan sejenisnya.”

Kisah ini dikutip dan diriwayatkan dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari dalam al-Tarikh al-Kabir, Imam al-Tabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, Imam al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah wa Ma’rifat Ahwal Sohib al-Syari’ah, Ibn ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq, Ibn Kathir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah dan Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Semuanya diriwayatkan melalui riwayat Katsir bin Zaid.* (Sumber: muftiwp.gov.my)

Kisah Sahabat Nabi: Umar Bin Khattab yang Menolak Gaji Besar

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Terorisme dan New Khawarij [1]

Terorisme dan New Khawarij [1]

Benarkah Orang-orang Armenia jadi ‘Budak’ di Bawah Khilafah Utsmaniyah?

Benarkah Orang-orang Armenia jadi ‘Budak’ di Bawah Khilafah Utsmaniyah?

Lebaran: Antara Tradisi dan Spirit Revolusi Jiwa

Lebaran: Antara Tradisi dan Spirit Revolusi Jiwa

Antara Maqashid Syariah dan Karakter Umat (2)

Antara Maqashid Syariah dan Karakter Umat (2)

Menyegarkan Kembali Pemahaman “Islam” Kita

Menyegarkan Kembali Pemahaman “Islam” Kita

Baca Juga

Berita Lainnya