Artikel

Ramadhan di TV, Meriah Lalu Menghilang

Tayangan Islam di TV Indonesia ibarat laron jika musim ramadhan. Tetapi kemudian menghilang seiring perginya bulan suci. Dan TV-TV kita kembali pada wajah sekulernya

Selengkapnya

Islam Tanpa Madzhab, Mungkinkah?

Dewasa ini, ada penisbatan madzhab tertentu kepada Imam tertentu, dan mengklaim kebenaran. Padahal para Imam besar itu tak pernah menganut madzhab tertentu apalagi mengklaimnya

Selengkapnya

Mengapa Minder terhadap Barat?

Kebanyakan sikap sinis dan hujatan terhadap Islam belakangan ini terjadi akibat kebodohan, kesilauan rasa minder terhadap peradaban Barat. Baca CAP Adian Husaini, MA ke 75

Selengkapnya

JIL, CIA dan Imperialisme Barat

Dari segi ide besarnya, JIL lebih mirip kepanjangan imperalisme Barat atas dunia Islam yang dicarikan bentuk pembenarannya dari khazanah Islam. Dari segi politis, ada benang merah dengan CIA. Benarkah?

Selengkapnya

Kerancuan Metodologi Draft Kompilasi Hukum Islam

Draf Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang disusun oleh Tim Pengarusutamaan Gender (PUG) bentukan Departemen Agama pantas disebut “Komunis” (Kompilasi Hukum Non-Islam)

Selengkapnya

Pluralisme Agama

Pluralisme muncul sarat muatan politis, yang tak lebih sebagai respons politis terhadap kondisi masyarakat Kristen Eropa akibat perlakuan dikriminatif dari gereja

Selengkapnya

Pluralisme, Klaim Kebenaran yang Berbahaya

Dengan merelatifkan klaim-klaim kebenaran yang ada, secara implisit pluralisme seolah bertindak sebagai wasit yang mengontrol dan menjaga ketertiban permainan, termasuk mengeluarkan kartu merah

Selengkapnya

Agama

Defenisi agama di Barat terus menjadi polemik. Di Indonesia, para santri sudah mengatakan, “Semua Agama Sama”. Boleh jadi, besuk akan ada kiai yang mengatakan, “Yesus Tuhan kita juga”

Selengkapnya

Disparitas Pemahaman Fiqih

Di Indonesia, hal-hal yang menyangkut fiqh bisa menjadi konflik tak kunjung usai. Jarang kita bisa memandang semua madzhab benar hanya untuk menjaga persaudaraan antara umat

Selengkapnya

Mencari Pemimpin Yang Kuat

Setengah abad setelah merdeka, Indonesia tetap berjalan di tempat. Praktik kehidupan bernegara memperlihatkan praktik kekuasaan (maachtstaat) yang otoritarian dan sentralistik. Baca opini ZA. Maulani

Selengkapnya