Kontroversi Dr Zakir Naik di Malaysia

Anehnya, gerakan hak asasi manusia Malaysia yang selama ini memperjuangkan kebebasan bersuara individu atau orang banyak dalam kasus Dr Zakir Naik mereka sebaliknya menentang

Kontroversi Dr Zakir Naik di Malaysia
STR/M Hatim AB Manan
Dr Zakir Naik ceramah di Melaka

Terkait

Oleh: H. Rosidi Semail (ROSSEM)

 

MALAYSIA tiba-tiba dikejutkan dengan lawatan pendakwah Islam terkenal dari benua India, Dr Zakir Naik. Diundang kerajaan negeri bagian Terengganu untuk berceramah di negeri itu, 30.000 khalayak hadir mendengar ceramah beliau di Kuala Terengganu.

Rakyat Malaysia termasuk menteri bagaikan terkejut dengan sambutan luar biasa. Pro dan kontra pun meletus. Umat Islam rata-rata menyambut baik program ceramah, kecuali   beberapa individu dan NGO mempersoalkan, alasan mereka Dr Zakir Naik Wahabi.  Namun akhirnya suara kritikan lenyap ditelan gelombang massa yang mahukan Dr Zakir Naik meneruskan seri makalahnya.

Bantahan dari LSM non Muslim seperti gerakan hak asasi manusia Hindu, Hindraf Makkal Sakthi,  juga Wakil Ketua Menteri II Pulau Pinang (DAP) , Dr P Ramasamy amat keras dan sombong. Ramasamy bahkan  memberi gelar “satan” (syaitan) kepada penceramah terkenal dunia itu.

Melihat suara umat Islam semakin keras, akhirnya Ramasamy menarik balik kata “satan”  dan memohon maaf. Beberapa laporan polisi (untuk tujuan menghalang ceramah)  dibuat ke atasnya karena dituduh menghina agama lain. “ Apakah dengan mengatakan Allah itu satu, tidak menpunyai anak, saya menghina agama lain?” Dr Zakir menantang pengkritiknya “Jika Anda tak setuju dengan kata-kata itu Anda perlu tanya al-Quran karena al-Quran mengatakan Allah Subhanahu Wata’ala tidak mempunyai anak. Bukan saya.”

Dr Zakir Naik sedikit pun tidak khawatir dengan berbagai protes yang dilakukan. Sebagai pendakwah,  hal seperti itu perkara biasa. Sebaliknya  dengan protes itu namanya justru lebih terkenal. Selama ini kelompok intelektual saja meminati ceramahnya, bahkan orang kampung bertanya-tanya “Siapa Dr Zakir Naik?”  Akhirnya mereka datang beramai-ramai mengikuti ceramah.

“Saya berterima kasih kepada Hindraf karena memberi publikasi gratis kepada saya. Sekarang, semakin banyak yang datang mendengar ceramah saya,” ujar Dr Zakir.

Muslim Malaysia Dukung Kuliah Agama Dr Zakir Naik

Judul ceramah yang menimbulkan kontroversi  di Malaysia kala itu adalah “Persamaan Antara Hindusme dan Islam” yang akhirnya diganti lebih sesuai dengan budaya Malaysia atas nasihat menteri dan persetujuan pihak aparat keamanan.

Anehnya, gerakan hak asasi manusia Malaysia yang selama ini memperjuangkan kebebasan bersuara individu atau orang banyak dalam kasus Dr Zakir Naik mereka sebaliknya menentang. Walhasil Kebebasan berekspresi itu mencakup juga hal-hal yang tak disetujui.

Selain berceramah di Kuala Terengganu, Kemanan,  Besut, Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM)  dan Stadium Hoki Nasional Bukit Jalil,  belum ada negeri bagian lain mengundang Dr Zakir  untuk berceramah, kecuali  Perlis melalui Muftinya Dr Mohd  Asri Zainul Abidin mengajak, jika Melaka menolaknya. Kerajaan Kelantan  menyatakan berhasrat membawa Dr Zakir ke Negeri yang dijuliki ‘Serambi Makkah’ nya Malaysia itu.

Ketika berceramah di Kemaman.  Woo Nina Grace, 19, seorang pelajar wanita keturunan  Filipina / China diislamkan Dr Zakir Naik tengah malam di penghujung ceramah.

Mengakui telah lama ingin memeluk Islam, jawapan Zakir membuatkannya lebih yakin bahwa Islam sebuah agama yang suci. Akhirnya gadis itu besyahadat di hadapan khalayak ramai.

Woo Nina Grace kemudian menjadi anak angkat Kerajaan Trengganu. Di Besut, kurang lebih .,000 warga setempat hadir mendengar ceramah yang berlangsung  di perkarangan Sekolah Menengah Imtiaz dengan tajuk syarahan `Adakah Allah Wujud’ .

“Adakah Al-Quran Kata-Kata Allah?” demikian tema ceramah  berikutnya yang disampaikan Dr Zakir  di Bukit Jalil di hadapan 30.000 yang membanjiri Stadium Hoki Nasional.

Seperti biasa di penghujung ceramahnya, ada sesi soal jawab.  Saat itu, ada Non Muslim mengambil kesempatan untuk bertanya keraguan mereka tentang Islam.

Lima orang mengucap syahadat pada ceramah Zakir di Stadium Hoki ini. Pertama memeluk Islam seorang lelaki warga India (Panjabi), Harinder Bal Singh, 23 tahun. Kedua seorang wanita yang memakai jubah dan skaf hitam, tanpa menyatakan nama dan asalnya  memberitahu keinginannya memeluk Islam.

Empat Orang Masuk Islam Saat Ceramah Zakir Naik …

Dr Zakir kemudiannya bertanya wanita itu, “Anda percaya Allah dan Nabi Muhammad sebagai pesuruh Allah?” dan dijawab wanita itu “Ya”. Dr Zakir  terus membimbingnya mengucap kalimah syahadat.

Selepas itu seorang lagi wanita, yang secara mengejutkan bertanya dalam sesi Tanya jawab terus menyatakan keinginannya memeluk Islam. Wanita yang hanya dikenali sebagai Muchelle itu juga mengakui dia ingin memeluk Islam tanpa paksaan melainkan diatas kerelaan hati  sendiri selepas mendengar penjelasan menyakinkan daripada Dr Zakir.

Seterusnya lelaki dari Miri,  Sarawak, Joel anak Along (26) mengakui telah mempelajari Islam sejak beberapa tahun lalu ikut memutuskan memeluk agama Islam selepas bertanya Dr Zakir tentang hikmah syahadat.

Sampai pada jam 2.30 dini hari, seorang pelajar dari Negeri Sembilan yang enggan namanya dikenali memeluk Islam seusai pertanyaannya tentang syurga  dijawab Dr Zakir Naik.

“Saya sudah lama pelajari Islam dan pernah belajar mengucap syahadat. Hari ini saya sekali lagi  dengan bimbingan Dr Zakir,” ujar pelajar itu.

Dr Zakir  Naik dari India, seorang doktor kesehatan, belajar Islam khususnya ilmu perbandingan agama  di negaranya India. Ilmu mantik dimilikinya amat tinggi, soalah yang dilontarkan dijawab dengan mudah dan lancar serta menyakinkan, bahkan mereka yang bertanya akhirnya berpuas hati. Bahkan tak sedikit mendaat hidayah, lalu memeluk Islam.*

Penulis tinggai di Malaysia

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !