Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Mimbar

Haruskah Pulau Komodo di Tutup dan Dibiarkan Tanpa Manusia

Bagikan:

Oleh:  Raudhia Kartika Sari

 

Hidayatullah.com | PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merencanakan penutupan Taman Nasional Komodo dan memindahkan warga dari kawasan itu demi menciptakan wisata “Komodo Liar”. Kadal besar ini hanya bisa di temukan di Indonesia tepatnya di Taman Nasional  Nusa Tenggara Timur.

Banyak para wisatawan yang berkunjung ke pulau komodo tersebut karena tertarik dengan bentuknya yang eksotis dan juga langka untuk di temukan. Namun lima tahun belakangan ini jumlah wisatawan pulau komodo meningkat begitu pesat sehingga warga Nusa Tenggara khawatir dengan habitat komodo karena dengan begitu Pemerintah Provinsi berencana menutup pulau komodo. Pemerintah juga meminta warga meninggalkan tempat pulau tersebut untuk memastikan tempat itu tidak boleh ada manusia dengan alasan karena komodonya terlindungi.

Namun warga setempat menolak di pisahkan dari komodo yang mereka anggap “saudara sedarah”. Walaupun komodo hidup berdampingan dengan warga setempat justru merasa aman-aman saja juga mereka senang kalau komodo pupulasinya semakin banya.

Semakin di lestarikan dan semakin terkenal itu membuat mereka senang dan berharap mereka tidak di pindah justru mengajak kepada gubernurnya untuk bekerja sama menjaga populasinya. Selain itu penutupan Pulau Komodo memungkinkan adanya dampak negatif untuk lingkungannya dan warga setempat.

Penutupan Pulau Komodo dinilai akan menimbulkan efek buruk terhadap ekonomo warga dan banyak yang akan kembali  ke kebiasaan kurang baik sehingga  mereka  tidak akan berusaha melindungi Taman Nasional Komodo.

Dampak terhadap lingkungan itu sendiri akan menjadi fakor besar terhadap Indonesia seperti kebiasaan memancing menggunakan bom, sehingga karang akan rusak  dan selain itu kemungkinan akan kembali ke hutan memotong kayu untuk mereka jual.

Di sisi lain, sebagian turis justru setuju dengan penutupan pulau  ini dengan alasan” konservasi lingkungan untuk melindungi satwa komodo demi generasi kedepannya”.*

Penulis Mahasiswa STID-M Natsir

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Pesantren, Antara Sikap Toleran dan Moderat?

Pesantren, Antara Sikap Toleran dan Moderat?

Sumbangsih Haji terhadap Reformisme Islam di Masa Kolonial

Sumbangsih Haji terhadap Reformisme Islam di Masa Kolonial

Barat dan Isu Terorisme [1]

Barat dan Isu Terorisme [1]

Jiwa Besar Bagi Orang yang Berbuat Kebaikan

Jiwa Besar Bagi Orang yang Berbuat Kebaikan

Upaya Membendung Tegaknya Perjuangan Islam

Upaya Membendung Tegaknya Perjuangan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya