Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Mimbar

Menanamkan Keteladanan

Bagikan:

Oleh: Rifqiyati Hudayani

 

Satu suri tauladan lebih baik daripada seribu nasihat. Demikian motivasi yang tak asing didengar. Patut disyukuri, belakangan ini ragam kegiatan kegamaan dan keilmuan mulai marak di mana-mana.

Terlebih dengan akses informasi dan komunikasi yang kian berkembang pesat. Setidaknya orang jadi mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang kebaikan dan ilmu agama.

Mulai dari kumpulan pengajian, majelis taklim, hingga nasihat dan pesan kebaikan yang disebar melalui internet atau media-media sosial lainnya.

Bagi seorang Muslim, semua itu tentunya bukan alasan yang menghalangi dirinya untuk menampilkan keteladanan dalam keseharian.

Justru sebaliknya, menjadi motivasi yang menguatkan bahwa nasihat secara lisan saja tidak cukup tanpa amal dan contoh nyata di lapangan.

Dikisahkan, seorang anak kecil sangat suka makan manisan, sampai-sampai sang ibu merasa khawatir jika anak tersebut ketagihan.

Berkali-kali sang ibu menasihati anak itu namun tidak mempan. Hingga akhirnya ibu itu menyuruh sang ayah untuk membawa anak itu kepada salah satu ulama di luar kota.

Pergilah anak dan ayah itu menemui seorang ulama. Setibanya di rumah ulama, sang ayah mengadukan masalah anaknya yang berlebihan mengkonsumsi manisan. Ia berharap ulama itu menasihati anaknya.

Ulama itu berkata: Silakan pulang dahulu. Sebulan kemudian datanglah kemari dan mintalah nasihat kepadaku.

Meski heran, ayah itu tetap pulang dan balik lagi setelah masa penantian itu berakhir.

Ulama itu bertanya: Wahai kau anak muda apakah kau masih suka makan manisan?” Anak itu mengiyakan pertanyaan tersebut.

“Mulai sekang kau harus mengurangi makan manisan karena orangtuamu khawatir membuatmu ketagihan,” Sang anak hanya mengangguk.

Ayah itu merasa heran dan bertanya kepada ulama “Apakah sama jika nasihat yang kau berikan hari ini untuk anakku dengan nasihat yang seharusnya kau sampaikan bulan lalu?”

Uama tersebut tersenyum, “Jika bulan lalu aku menasihati anakmu tentu ia tidak akan mengubah kebiasaannya. Karena aku juga suka makan manisan sebelumnya.”

Kisah ulama di atas mengajarkan pentingnya keteladanan dalam pendidikan atau dakwah. Apalagi jika teladan itu datang dari guru, orangtua, atau pemimpin.

Nasihat sekecil apapun akan bermakna jika diiringi dengan teladan yang baik. Bukan sebatas berkoar apalagi jika hanya pencitraan semata tanpa implementasi nyata di lapangan.

Kini, saatnya memulai pembibitan generasi unggul tersebut. Salah satunya dengan menanamkan ilmu dan adab kepada anak-anak di setiap keadaan.

Sebab menuntut ilmu tak hanya berlaku di sekolah formal, tapi nilai pendidikan itu juga ada di keluarga, lingkungan, dan masyarakat umum.

Pegiat PENA Balikpapan

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Saatnya Menolong Pelaku LGBT

Saatnya Menolong Pelaku LGBT

Melawan Asap dengan Beriqra’

Melawan Asap dengan Beriqra’

Akibat Covid-19, Afrika di Ambang Resesi

Akibat Covid-19, Afrika di Ambang Resesi

Kejahatan itu Lemah Maka yang Baik Jangan Takut

Kejahatan itu Lemah Maka yang Baik Jangan Takut

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional dalam Perspektif Hukum Islam

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional dalam Perspektif Hukum Islam

Baca Juga

Berita Lainnya