Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Mimbar

Pokemon Go dan Mental Seorang Muslim

Demam Pokemon Go menjangkiti Bosnia, negara yang mengalami perang besar di tahun 1990-an. Oleh karena masih banyak bertebaran ranjau sisa perang.
Bagikan:

Oleh: Subliyanto

 

Beberapa hari ini kita dihibohkan dengan bommingnya permainan game Pokemon Go. Game yang berbasis GPS tersebut disebut menjadi “virus” bagi penikmatnya.

Tidak hanya di kalangan pemuda, game tersebut juga diminati oleh kalangan dewasa, bahkan konon juga menjamur di lingkungan kerja, baik negeri maupun swasta.

Hal itu sontak menjadi perhatian khalayak, dan masih menjadi perbincangan hangat di berbagai media hingga saat ini.

Bahkan, untuk menyikapi hal tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Yuddy Chrisnandi juga angkat bicara.

Dikutip dari laman detik.com, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Yuddy Chrisnandi melarang aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis GPS di seluruh instansi pemerintah. Karena dikhawatirkan pemerintah bisa mengancam keamanan.

Karena kekhawatiran itu, menteri Yuddy menerbitkan aturan Nomor: B/2555/M.PANRB/07/2016 pada Rabu (20/7). Aturan ini mengenai larangan bermain game virtual berbasis GPS di instansi pemerintah.

Lantas bagaimana sikap kita menyikapi menjamurnya Pokemon Go ?

Sebagai seorang muslim, kita mempunyai rujukan sederhana namun memiliki makna yang mendalam kaitannya dengan kualitas keislaman kita.

Ini Untung Rugi Main Pokemon Go

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Diantara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (HR : at-Tirmidzi)

Tentang hadits ini Imam Ibnu Rajab al-Hambal berkata bahwa : “Hadits ini adalah landasan yang penting dalam masalah adab”.

Dari hadits di atas, sudah jelas bahwa sebagai seorang muslim hendaknya kita meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kita, karena hal itu merupakan barometer dari kualitas keislaman kita.

Game Pokemon Go dan game-game yang lain merupakan sebuah permainan. Setiap permainan akan membuat seseorang terlena. Dan setiap sesuatu yang melenakan akan membawa seseorang pada kelalaian.

Warga Bosnia Diminta Tidak Cari Pokemon di Daerah Beranjau

Semoga Allah melindungi kita dari sesuatu yang membuat kita terlena, dan menjauhkan kita dari sikap lalai akan tugas dan tanggung jawab kita. Wallahu a’lam.*

Penulis adalah pemerhati pendidikan, tinggal di Pelem, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Twitter @Subliyanto

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sumbangsih Haji terhadap Reformisme Islam di Masa Kolonial

Sumbangsih Haji terhadap Reformisme Islam di Masa Kolonial

Haruskah Pulau Komodo di Tutup dan Dibiarkan Tanpa Manusia

Haruskah Pulau Komodo di Tutup dan Dibiarkan Tanpa Manusia

Sihir Bola VS Spirit Ramadhan

Sihir Bola VS Spirit Ramadhan

Meneladani M. Natsir Berjuang Melalui Pena

Meneladani M. Natsir Berjuang Melalui Pena

Memberi dan Menghormati

Memberi dan Menghormati

Baca Juga

Berita Lainnya