Ahad, 17 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Mimbar

Hidup Bahagia Minim Biaya

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Muslimin berbahagia.
Bagikan:

ADOLF Merckle adalah salah seorang yang digolongkan oleh majalah FORBES sebagai 100 orang terkaya di dunia pada masa hayatnya. Namun, ia mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis. Ia menabrakkan dirinya dengan kereta yang melintas dekat rumahnya.

Dari penggalan kisah di atas, bisa dipahami, ternyata, kekayaan bukanlah modal utama untuk mendapatkan kebahagiaan hidup.

Bahagia, merupakan dambaan bagi setiap orang yang hidup di dunia. Anak kecil hingga dewasa, orang miskin dan kaya, orang baik maupun jahat, laki-laki maupun perempuan. Semua mereka menginginkan kebahagiaan sepanjang hidup mereka, tanpa terkecuali.

Sudah banyak tips-tips yang pernah kita dengar dan kita baca. Pasti, di antara sekian banyak tips yang pernah kita baca, di sana ada tips yang menuntut untuk merogoh kocek kita.

Penulis ingin mengatakan, sebenarnya hidup bahagia itu hanya membutuhkan biaya yang minim, bahkan gratis, khususnya bagi mereka yang benar-benar tidak mempunyai biaya.

Mari kita memulainya, hidup bahagia dengan minim biaya:

Niat

Semua orang sepakat, bahwa niat adalah awal dari sebuah kesuksesan. Namun, sebagian orang mengistilahkan dengan kata “bermimpi”. Jika bahagia adalah bagian dari kesuksesan, maka niat adalah hal utama yang perlu ditanamkan.

Dalam hadits masyhur, yang diriwayatkan Umar ibnu Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya….”  (HR Bukhari dan Muslim)

Jadwal Hidup

Banyak orang yang merasa bingung membuat jadwal hidup. Sejatinya, jadwal hidup tidak perlu dituliskan (tentu ditulis lebih baik). Akan tetapi, jangan sampai karena beralasan tidak memiliki jadwal hidup yang tertulis, lantas kebahagiaan hidup lepas dari genggaman kita.

Karena, pada hakikatnya, setiap orang sudah terjadwal dengan aktifitas yang dilakukan dalam kesehariannya. Tinggal bagaimana kita memanajemen waktu yang ada.

Tepat Janji

Cakupannya luas, mulai dari menepati janji untuk menjalankan jadwal hidup, sampai menepati janji kepada orang yang memang kita berjanji terhadapnya. Karena, disebabkan ingkar janji, hidup seseorang akan terasa resah dan sempit.

Hidup Sehat

Mengatur pola makan dan olahraga. Yakni menyelaraskannya dengan aktifitas utama. Sederhana saja rumusnya, pertama, makanlah makanan yang halal dan baik. Kedua, makanlah ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Ketiga, jangan lupa rutin olahraga.

Bagi seorang Muslim, ada cara tersendiri dalam tips ini, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ajarkan. Yaitu dengan berpuasa Senin-Kamis atau puasa Daud kalau mampu.

Paham Perintah dan Larangan

Setiap orang memiliki atasan; anak kepada orangtua, siswa kepada guru, karyawan kepada bos, terlebih seorang hamba kepada Rabb-nya. Maka hendaklah bawahan mentaati peraturan yang telah ditetapkan, baik itu dari orangtua, guru, bos maupun dari perusahaan atau organisasi. Sebab jika bertentangan dengan aturan, ada sanksi yang siap menanti, yang akan mengusik kebahagiaan.

Terlebih bagi seorang Muslim, yang setiap Jumat khatib selalu memperingatkan melalui mimbar. Bertaqwalah! Maknanya yaitu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah Subhanahu Wata’ala.

Enjoy dengan Aktifitas

Terbebani dengan aktifitas adalah sikap tidak profesional bagi seorang pekerja. Apalagi sebagai seorang Muslim, yang memiliki amalan wajib. Sungguh suatu bencana, jika menganggap kewajiban itu adalah beban. Maka, mari kita nikmati aktifitas kita.

Miliki Pendirian

Tidak mudah terprovokasi. Sebab orang yang mudah terprovokasi, akan hilang kepercayaan dirinya dan goyahlah pendiriannya. Orang yang tidak percaya diri, pastilah tidak bahagia.

Berfikir Positif

Husnudzdzon istilah Arabnya atau positive thinking dalam bahasa Inggris. Dengan berpikir positif, segala apa yang akan terjadi kedepan, akan selalu menambah keyakinan akan kebahagiaan yang kita idam-idamkan.

Doa

Inilah modal utama dalam segala usaha dan aktifitas. Tanpa doa tak akan ada kesuksesan dan kebahagiaan yang sejati. Dilakukan kapan saja, sebelum, sedang, ataupun sesudah beraktifitas.

Dalam Islam, doa adalah sebuah anjuran. Orang yang sombong atau tak mementingkan do’a, akan dimasukkan ke neraka. Firman Allah: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu. Sesungguhnya, orang-orang yang sombong, (mereka) akan masuk ke neraka dalam keadaan yang hina”. (QS Ghafir: 60)

Yakin

Setelah beraktifitas dengan maksimal, dimantapkan denga doa yang juga dipenuhi dengan keyakinan. Yakinlah, kebahagiaan akan segera datang menyapa. Insya Allah. Wallahu a’lam.*

Fahruzzaman, mahasiswa LIPIA Jakarta yang sudah berkeluarga

 

[Pembaca bisa mengirimkan tulisannya mengenai permasalahan umat untuk rubrik Mimbar ke email muhabdussyakur@yahoo.com. Sertakan biodata penulis berupa nomor kontak dan salinan file kartu identitas seperti KTP/SIM/KTM/dll.]

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

‘Berebut’ Hari Pancasila

‘Berebut’ Hari Pancasila

Fenomena ‘Yahudi Pesek’, Sudah ada Sejak Zaman Rasulullah

Fenomena ‘Yahudi Pesek’, Sudah ada Sejak Zaman Rasulullah

“Selamatkan Indonesia dengan Al-Quran”

“Selamatkan Indonesia dengan Al-Quran”

Hayy ibn Yaqzan

Risalah Hayy ibn Yaqzan; Legenda Tarzan dalam Literatur Islam

Retorika Dinar Dirham

Retorika Dinar Dirham

Baca Juga

Berita Lainnya